JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Harga BBM Pertamina per 18 Juni 2026 dipastikan tidak berubah dari periode sebelumnya. Pertamina mengumumkan keputusan ini setelah mengevaluasi pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah yang dinilai masih dalam rentang stabil.
Keputusan ini berdampak langsung bagi jutaan konsumen di seluruh Indonesia. Pengemudi kendaraan pribadi, pelaku usaha transportasi, hingga nelayan yang bergantung pada Solar bersubsidi tidak perlu menyesuaikan anggaran bahan bakar mereka untuk bulan ini.
Pertamina menyebut harga minyak jenis Brent bergerak di kisaran US$72–74 per barel dalam dua pekan terakhir, sementara rupiah terjaga di level Rp16.210–16.230 per dolar AS. Dua faktor utama itulah yang mendasari keputusan tidak ada penyesuaian harga.
Harga BBM Berlaku Nasional
Untuk BBM bersubsidi, Pertalite (RON 90) tetap Rp10.000 per liter, harga yang sudah bertahan sejak 2024. Solar Bersubsidi tidak bergerak dari Rp6.800 per liter, dikendalikan dalam kerangka APBN.
| Jenis BBM | Spesifikasi | Harga Nasional |
|---|---|---|
| Pertalite | RON 90 | Rp10.000/liter |
| Solar Bersubsidi | Cetane 48 | Rp6.800/liter |
| Pertamax | RON 92 | Rp16.250/liter |
| Pertamax Green | RON 95 | Rp17.000/liter |
| Pertamax Turbo | RON 98 | Rp20.750/liter |
| Dexlite | Cetane 51 | Rp14.200/liter |
| Pertamina Dex | Cetane 53 | Rp14.500/liter |
Harga tersebut resmi tercantum di laman mypertamina.id dan berlaku sejak pukul 00.00 WIB, 18 Juni 2026.
Harga Khusus Bangka Belitung
Wilayah Bangka Belitung, termasuk Pangkalpinang dan sekitarnya, mencatat harga sedikit lebih tinggi untuk produk non-subsidi. Perbedaan sekitar Rp200 per liter ini lazim terjadi akibat biaya distribusi dan logistik ke daerah kepulauan yang lebih kompleks.
| Jenis BBM | Harga di Babel |
|---|---|
| Pertalite | Rp10.000/liter |
| Solar Bersubsidi | Rp6.800/liter |
| Pertamax | Rp16.650/liter |
| Pertamax Green | – |
| Pertamax Turbo | Rp22.200/liter |
| Dexlite | Rp23.500/liter |
| Pertamina Dex | Rp25.350/liter |
BBM bersubsidi, Pertalite dan Solar tetap sama dengan harga nasional karena subsidi menutup selisih distribusi tersebut.
Tiga Alasan Harga Tak Bergerak
Manajemen Pertamina dalam keterangan resminya menyebut tiga faktor penjaga stabilitas. Pertama, harga minyak dunia yang tidak bergejolak membuat biaya pokok pengadaan terkendali. Kedua, nilai tukar rupiah yang bergerak sempit di kisaran Rp17883,01 per dolar AS tidak menambah tekanan impor. Ketiga, efisiensi operasional internal Pertamina membantu meredam potensi kenaikan biaya distribusi.
Untuk BBM bersubsidi, kebijakan pemerintah memang menjadi penentu utama. Pemerintah memastikan Pertalite dan Solar tetap terjangkau, sementara penyesuaian produk non-subsidi bila diperlukan dilakukan secara bertahap dan tidak mendadak.
Cara Cek dan Aturan Pembelian
Konsumen bisa memverifikasi harga terbaru melalui aplikasi MyPertamina atau langsung di papan harga SPBU resmi. Ada batas pembelian Pertalite yang perlu diperhatikan: maksimal 50 liter per kendaraan per hari, dan hanya tersedia di SPBU Pertamina berlogo khusus bersubsidi.
Evaluasi harga BBM non-subsidi dilakukan Pertamina setiap bulan mengacu pada formula harga yang memperhitungkan Mean of Platts Singapore (MOPS) dan kurs rupiah. Bila kondisi pasar berubah signifikan, penyesuaian bisa terjadi pada evaluasi bulan berikutnya.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.