JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Harga BBM Pertamina resmi berubah sejak awal Juni 2026, dengan Pertamax dan Pertamax Green 95 naik per 10 Juni, sementara Dexlite dan Pertamina Dex justru turun. Data ini berlaku per 18 Juni 2026 dan belum ada penyesuaian baru hingga akhir bulan.
Perubahan ini berdampak langsung bagi jutaan pengguna kendaraan pribadi maupun pelaku usaha transportasi dan logistik. Konsumen yang selama ini mengisi Pertamax perlu menyiapkan anggaran lebih, sementara pengguna solar nonsubsidi justru bisa sedikit bernapas lega.
BBM Subsidi: Harga Tetap Sejak 2022
Dua jenis BBM bersubsidi tidak bergerak. Pertalite RON 90 bertahan di Rp10.000 per liter, dan Biosolar CN 48 tetap Rp6.800 per liter dan keduanya tidak berubah sejak 2022.
Pertamina Patra Niaga menegaskan harga subsidi sengaja dijaga untuk melindungi daya beli masyarakat berpendapatan rendah. Pertalite masih menjadi pilihan utama pengguna motor dan mobil LCGC di seluruh Indonesia.
Harga BBM Nonsubsidi di Jawa per 18 Juni 2026
Untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur, berikut daftar harga yang berlaku:
| Jenis BBM | Harga/Liter | Keterangan |
|---|---|---|
| Pertamax RON 92 | Rp16.250 | Naik per 10 Juni 2026 |
| Pertamax Green 95 | Rp17.000 | Naik per 10 Juni 2026 |
| Pertamax Turbo RON 98 | Rp20.750 | Naik per 1 Juni 2026 |
| Pertamax Pertashop | Rp16.150 | Mengikuti harga Pertamax |
| Dexlite CN 51 | Rp23.000 | Turun per 1 Juni 2026 |
| Pertamina Dex CN 53 | Rp24.800 | Turun per 1 Juni 2026 |
Kenaikan Pertamax dan Pertamax Green cukup signifikan masing-masing naik sekitar Rp3.950 hingga Rp4.100 dibanding bulan sebelumnya. Penyesuaian berlaku mulai 10 Juni 2026 pukul 00.00 WIB.
Harga di Wilayah Sumatera per 18 Juni 2026
Harga BBM nonsubsidi memang berbeda antar provinsi, karena memperhitungkan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan biaya distribusi masing-masing daerah. Berikut perbandingan untuk wilayah Sumatera:
| Jenis BBM | Sumatera Utara | Riau/Kepri |
|---|---|---|
| Pertalite | Rp10.000 | Rp10.000 |
| Pertamax RON 92 | Rp16.650 | Rp17.000 |
| Pertamax Turbo | Rp21.200 | Rp21.650 |
| Dexlite | Rp23.500 | Rp24.000 |
| Pertamina Dex | Rp25.350 | Rp25.900 |
| Biosolar Subsidi | Rp6.800 | Rp6.800 |
Pengguna di Riau dan Kepri membayar lebih mahal dibanding Sumatera Utara untuk semua jenis BBM nonsubsidi dan selisihnya berkisar Rp350 hingga Rp550 per liter.
Mengapa Harga Naik dan Turun Bersamaan?
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga mengacu pada formula yang ditetapkan pemerintah lewat Kepmen ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Dua variabel utama yang dipakai: harga Mean of Platts Singapore (MOPS) dan kurs dolar AS terhadap rupiah.
“Evaluasi dilakukan setiap bulan secara berkala sesuai pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar,” kata Roberth.
Itulah kenapa dua tren berlawanan bisa terjadi sekaligus. Harga gasoline global naik sehingga Pertamax dan Pertamax Turbo ikut naik. Sebaliknya, harga diesel global melemah Dexlite dan Pertamina Dex pun turun. Bukan keputusan sepihak Pertamina, melainkan mengikuti mekanisme harga pasar internasional.
Kapan Harga Bisa Berubah Lagi?
Pertamina biasa mengevaluasi harga BBM nonsubsidi setiap akhir bulan. Potensi perubahan berikutnya paling cepat berlaku 1 Juli 2026, tergantung pergerakan harga minyak dunia dan kurs rupiah hingga penutupan Juni.
Sampai 26 Juni 2026, belum ada pengumuman resmi penyesuaian baru dari Pertamina Patra Niaga. Artinya, harga yang tercantum di atas masih berlaku di seluruh SPBU Pertamina.
Bagi pengguna BBM subsidi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam waktu dekat. Tapi pengguna Pertamax dan jenis nonsubsidi lain sebaiknya terus memantau rilis resmi Pertamina menjelang akhir bulan, terutama jika harga minyak dunia kembali bergejolak.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.