Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Kapolda Babel Dorong Warga Belitung Timur Aktifkan 110

Kapolda Babel Dorong Warga Belitung Timur Aktifkan 110
Foto: babel.antaranews.com

Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian di wilayah kepulauan mendapat dorongan baru. Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Viktor T Sihombing secara langsung mengajak warga Belitung Timur untuk tidak ragu memanfaatkan layanan call center 110 saat membutuhkan bantuan kepolisian. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik berbasis teknologi yang kini menjadi prioritas Kepolisian di seluruh Indonesia.

Dalam kunjungan ke Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Minggu lalu, perwira tinggi bintang dua ini menegaskan bahwa layanan 110 bukan sekadar nomor darurat biasa. Sistem yang telah terintegrasi langsung dengan jaringan Polres dan Polsek ini dirancang untuk memberikan respons cepat dan terukur kepada masyarakat yang membutuhkan kehadiran polisi.

Sistem Terintegrasi untuk Respons Maksimal

Layanan call center 110 yang disosialisasikan Kapolda Babel ini mengandalkan teknologi integrasi real-time. Ketika masyarakat menekan nomor 110 melalui telepon genggam, sistem secara otomatis mendeteksi lokasi pemanggil dan meneruskan laporan langsung ke Polres atau Polsek terdekat.

“Polres dan Polsek yang terdekat bisa langsung menerima laporan dari masyarakat. Jadi Kapolres harus sering-sering cek ini bagaimana ketika masyarakat butuh bantuan kita bisa cepat datang,” jelas Irjen Pol Viktor, menekankan pentingnya monitoring berkelanjutan dari jajaran pimpinan kepolisian di tingkat wilayah.

Sistem ini mengeliminasi proses birokrasi bertingkat yang kerap memperlambat respons. Masyarakat tidak perlu lagi mencari nomor kontak polsek atau polres secara manual, cukup satu nomor universal yang mudah diingat: 110.

Target Waktu Tanggap di Bawah Lima Menit

Kapolda Babel menetapkan standar ambisius untuk waktu tanggap layanan ini. Jika selama ini rata-rata kedatangan petugas membutuhkan waktu lima menit, target baru ditetapkan menjadi empat menit atau bahkan lebih cepat.

“Semuanya harus berproses, jika biasanya datang dalam 5 menit, mungkin bisa dikejar targetnya 4 menit datang sehingga masyarakat yang betul-betul membutuhkan bantuan, kita Polisi bisa hadir disana,” ujar Viktor, menjelaskan pentingnya efisiensi waktu dalam situasi darurat.

Standar ini menjadi relevan terutama di wilayah kepulauan seperti Bangka Belitung, di mana kondisi geografis dan infrastruktur jalan bisa menjadi tantangan tersendiri. Pengurangan waktu tanggap satu menit, dalam konteks keadaan darurat seperti tindak kriminal atau kecelakaan, bisa sangat menentukan keselamatan warga.

Konteks Pelayanan Publik Berbasis Teknologi

Penguatan layanan call center 110 ini sejalan dengan upaya nasional Polri untuk memodernisasi sistem pelayanan publik. Di era digital, masyarakat mengharapkan respons cepat dan terukur dari institusi penegak hukum, tidak berbeda dengan ekspektasi mereka terhadap layanan komersial seperti transportasi online atau layanan pesan-antar.

Irjen Viktor menekankan bahwa kehadiran teknologi ini harus diimbangi dengan partisipasi aktif masyarakat. “Layanan 110 ini diadakan adalah bagaimana kita memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Tentunya itu semua bisa terwujud salah satunya masyarakat turut mendukung Polisi untuk melakukan itu,” katanya.

Di wilayah Belitung Timur yang memiliki karakteristik demografis kepulauan dengan sebaran penduduk tidak merata, keberadaan sistem terpusat seperti 110 menjadi vital. Masyarakat di kecamatan-kecamatan terpencil tidak lagi merasa terisolasi dari akses pelayanan kepolisian.

Implikasi bagi Kepercayaan Publik

Sosialisasi langsung oleh pejabat setingkat Kapolda menunjukkan keseriusan institusi kepolisian dalam membangun kepercayaan publik. Kehadiran fisik pimpinan di lapangan, terutama di wilayah seperti Manggar, memberikan sinyal bahwa layanan ini bukan sekadar program formalitas.

Efektivitas layanan 110 akan sangat bergantung pada konsistensi respons dan kualitas tindak lanjut. Jika masyarakat merasakan manfaat nyata—seperti waktu tanggap cepat dan penanganan profesional—kepercayaan terhadap institusi kepolisian akan meningkat. Sebaliknya, jika layanan tidak konsisten, skeptisisme publik justru bisa menguat.

Bagi Polda Babel, layanan ini juga menjadi alat ukur kinerja internal. Dengan sistem terintegrasi, setiap laporan tercatat dan dapat dievaluasi: berapa lama respons diberikan, seberapa efektif penanganan, dan apakah ada pola tertentu dalam jenis laporan yang masuk.

Ke depan, keberhasilan program ini akan terlihat dari tingkat utilisasi masyarakat dan penurunan waktu tanggap rata-rata. Jika target empat menit atau kurang tercapai secara konsisten, Belitung Timur—dan Babel secara luas—bisa menjadi model pelayanan kepolisian berbasis teknologi untuk wilayah kepulauan lainnya di Indonesia.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda