JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Inggris akan menghadapi Kroasia dalam laga penyisihan Grup L Piala Dunia FIFA 2026 di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Kamis, 18 Juni 2026 pukul 03.00 WIB. Duel dua kekuatan Eropa ini diprediksi menjadi salah satu laga paling ketat di fase grup, dengan Opta Sports mencatat peluang menang Inggris 48 persen, imbang 29 persen, dan Kroasia 23 persen.
Hasilnya langsung menentukan peta kekuatan Grup L sejak pekan pertama. Inggris dan Kroasia sama-sama difavoritkan lolos ke babak 16 besar, bersaing dengan Ghana dan Panama yang mengisi sisa slot grup. Kemenangan di laga pembuka memberi keuntungan psikologis dan poin krusial dalam persaingan tersebut.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Inggris: Sempurna di Kualifikasi, Lapar Gelar
Berdasarkan laporan teknis FIFA dan BBC Sport, Inggris menempati peringkat ketiga dunia saat turnamen dimulai. Di bawah asuhan Thomas Tuchel, tim ini melewati kualifikasi Eropa tanpa cela delapan menang, nol gol kemasukan, 22 gol dicetak.
Harry Kane menjadi tumpuan utama di lini depan. Di belakangnya, Jude Bellingham berperan sebagai motor penggerak serangan dari lini tengah, sementara Bukayo Saka dan Phil Foden memberikan ancaman konstan dari kedua sisi sayap. Kedalaman skuad Inggris di Piala Dunia kali ini disebut sebagai yang terkuat sepanjang sejarah mereka.
Dikutip dari FourFourTwo, Inggris diperkirakan mendominasi penguasaan bola 55–60 persen dengan serangan terstruktur dari kedua sisi lapangan. Tuchel dikenal membangun tim yang seimbang antara soliditas pertahanan dan efektivitas serangan perpaduan yang belum tentu dimiliki lawan-lawannya di turnamen ini.
Kroasia: Modric dan Kematangan yang Tak Perlu Diragukan
Kroasia berdiri di peringkat kesepuluh dunia. Mereka bukan unggulan utama, tapi rekam jejak mereka di turnamen besar bicara sendiri: finalis Piala Dunia 2018, semifinalis 2022. Luka Modric masih memimpin lini tengah, didampingi Mateo Kovacic dan Marcelo Brozovic.
Menurut analisis Opta Sports dan ESPN, Kroasia bermain dengan disiplin tinggi, menutup ruang dengan rapat, dan mematikan lewat transisi cepat serta situasi bola mati. Gaya ini terbukti mampu menyulitkan tim-tim besar yang lebih difavoritkan. Pertanyaannya bukan apakah Kroasia bisa bertahan tapi seberapa lama mereka bisa menahan tekanan Inggris.
Sejumlah pemain memang sudah memasuki usia senja. Namun pengalaman di panggung dunia justru menjadi aset tak ternilai yang sulit diukur lewat statistik semata.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.