SURABAYA, JOURNALARTA.COM -Kiper berusia 26 tahun asal Parepare, Reza Arya Sulawesi Selatan, resmi bergabung ke Persebaya dibuktikan dengan ditandatangani klub dengan kontrak multiyears menjelang Super League 2026/27. Manajemen Bajol Ijo menempatkan Reza sebagai salah satu dari lima rekrutmen utama untuk memperkuat lini belakang di musim kompetisi mendatang.
Perpindahan dari PSM Makassar ke Persebaya merupakan langkah signifikan dalam evolusi karier penjaga gawang tersebut. Sepanjang karier profesionalnya, Reza menghabiskan masa terbesar sebagai pemain di wilayah Sulawesi, terutama saat membela PSM—klub juara Super League 2022/23. Kini ia meraih kesempatan untuk bertanding di salah satu institusi sepak bola terkuat Indonesia.
“Bergabung dengan Persebaya adalah langkah maju dalam perjalanan karier saya,” ujar Reza kepada media saat pengenalan diri di Surabaya. “Sebelumnya saya bermain di PSM Makassar, klub bersejarah dengan tradisi besar. Kini saya mendapat kesempatan membela Persebaya, salah satu kekuatan utama sepak bola Indonesia dengan basis suporter yang luar biasa loyal.”
Meninggalkan Zona Nyaman untuk Tantangan Baru
Keputusan meninggalkan PSM—tempat di mana ia meraih gelar juara—tidak lahir dari impuls semata. Reza melalui proses pertimbangan matang sebelum menandatangani perjanjian dengan Green Force. Bagi pemain yang telah membuktikan diri di level kompetisi tinggi, tantangan di Persebaya dipandang sebagai platform pengembangan yang lebih luas.
“Saya sudah mempertimbangkan banyak hal sebelum membuat keputusan ini,” ungkap Reza. “Tentu ada tantangan besar ketika bermain di klub sebesar Persebaya. Namun, jika saya tampil baik, kesempatan untuk berkembang akan semakin terbuka lebar—baik di level domestik maupun internasional.”
Ambisi kolektif Persebaya dalam merekrut pemain berkualitas juga menjadi motivasi kuat. Reza melihat keseriusan manajemen klub dalam membangun skuad kompetitif dengan visi yang terukur untuk musim mendatang. Ini berbeda dengan sekadar transfer rutin; Persebaya menampilkan roadmap jangka panjang yang menarik baginya.
Memahami Tanggung Jawab dan Tekanan Elite Club
Membela klub elite seperti Persebaya membawa konsekuensi ganda: kesuksesan membuka pintu pengembangan karier yang lebih luas, namun penurunan performa akan mendapat sorotan dan kritik tajam dari berbagai kalangan—supporter, media, dan analis. Reza sudah memahami realitas ini sejak awal.
“Ketika performa bagus, tentunya itu menjadi momentum positif untuk terus berkembang,” katanya. “Sebaliknya, ketika performa menurun, kritik pasti datang dari mana-mana. Namun menurut saya itu hal yang wajar dalam sepak bola profesional. Bahkan, kritik justru bisa menjadi motivasi untuk terus bekerja lebih keras dan memberikan yang terbaik.”
Pengalaman Reza di PSM—klub dengan suporter fanatik dan standar prestasi tinggi—telah mempersiapkan mentalnya menghadapi tekanan serupa. Kini tantangan yang lebih besar di Surabaya bukan sesuatu yang membuat dia gentar, melainkan sebaliknya, membangkitkan semangat kompetitif.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.