PSIM Yogyakarta menatap laga pembuka BRI Super League 2026/2027 melawan Persita Tangerang dengan suasana tim yang sedang tinggi. Duel di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu sore ini, punya arti lebih dari sekadar tiga poin karena bertepatan dengan ulang tahun klub.
Pelatih Jean-Paul van Gastel tak menutupi rasa senangnya menyambut musim baru. Setelah jeda panjang dan pramusim yang juga panjang, ia menyebut timnya sudah tak sabar kembali ke kompetisi. Besok terasa spesial. Sangat spesial.
Pramusim panjang, tenaga dijaga
Van Gastel mengatakan masa persiapan dipakai staf pelatih untuk mengunci skema permainan dan menjaga kondisi fisik pemain secara menyeluruh. Itu penting, sebab PSIM masuk musim baru dengan target tampil lebih solid sejak awal. Pelatih asal Belanda itu juga melihat antusiasme tim tumbuh dari rangkaian latihan dan uji coba yang sudah dijalani.
Pada Agustus lalu, Van Gastel sempat puas dengan performa PSIM saat melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam laga uji tanding 2×45 menit di Stadion Kebo Giro, Boyolali. Ia menilai penguasaan bola timnya berjalan baik dan semangat kolektif di lapangan terlihat jelas, meski lawan memberi tantangan taktis yang berbeda dari perkiraan. Laga semacam itu menjadi bahan evaluasi penting. Bukan cuma soal hasil.
Fokus ada di area serang
Di depan gawang lawan, PSIM masih menyisakan pekerjaan rumah. Van Gastel menyebut efektivitas serangan saat menghadapi pertahanan lawan menjadi titik yang terus dibenahi oleh tim pelatih Laskar Mataram. Ini relevan karena Persita tentu datang dengan persiapan sendiri untuk meredam agresivitas tuan rumah.
Stabilitas skuad juga ikut menopang kepercayaan diri PSIM. Pada Juli lalu, manajemen mempertahankan empat pemain asing: Ze Valente, Ezequiel Vidal, Yusaku Yamadera, dan Jop van der Avert. Keputusan itu diambil setelah mereka dinilai memberi kontribusi besar pada musim sebelumnya. Kombinasi pengalaman dan kontinuitas diharapkan membuat PSIM lebih padu saat kompetisi resmi bergulir.
Modal ritme dan atmosfer kandang
Ritme pertandingan jadi hal yang dijaga serius oleh kubu PSIM sejak masa jeda kompetisi. Klub sempat menyiapkan laga uji coba tertutup untuk mempertahankan kebugaran dan intensitas permainan, bahkan memilih lawan yang levelnya setara atau di atas mereka. Dua tim Pegadaian Championship, PSIS Semarang dan Garudayaksa FC, disebut masuk daftar lawan tanding yang disiapkan saat itu.
Di atas kertas, PSIM datang dengan modal suasana tim yang hangat dan pemain yang relatif stabil. Tapi tantangan di pekan pertama selalu berbeda. Stadion Sultan Agung akan jadi panggung awal untuk melihat sejauh mana latihan, uji tanding, dan perpanjangan masa persiapan itu benar-benar terhubung ke laga resmi. Van Gastel menunggu hari ulang tahun PSIM. Dan kickoff sore nanti akan jadi jawabannya.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.