Sabtu, 5 September 2026 WIB
BREAKING
POLITICS

An Se-young Tunjukkan Mental Baja usai Tertinggal 7-17 di Jakarta

An Se-young Tunjukkan Mental Baja usai Tertinggal 7-17 di Jakarta
An Se-young Tunjukkan Mental Baja usai Tertinggal 7-17 di Jakarta. (Ilustrasi: AI)

An Se-young melaju ke final Indonesia Open 2026 setelah membalikkan keadaan atas Chen Yufei di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6). Tunggal putri nomor satu dunia asal Korea Selatan itu menang 21-17, 19-21, 23-21 meski sempat tertinggal 7-17 di gim penentuan.

Kemenangan dramatis itu langsung mengubah peta persaingan turnamen Super 1000 tersebut. An kini tinggal selangkah lagi dari gelar, dan lawan berikutnya sudah menanti dengan tekanan yang jauh berbeda. Berat. Sangat berat.

Tidak Melihat Skor

Usai laga, An mengaku memilih tetap tenang saat selisih angka membengkak. Ia bahkan berusaha tidak terlalu sering memantau papan skor. Fokusnya sederhana: jaga kepala tetap dingin, lalu cari satu reli demi satu reli.

“Tetap berusaha tenang saja,” ujar An. Ia menambahkan, semakin tenang dirinya, semakin mudah ia mengontrol permainan sendiri. Dalam pengakuan lain, An juga menyebut ada unsur keberuntungan di balik kebangkitannya. Kalimat itu terdengar ringan, tapi datang setelah tekanan besar yang nyaris menutup jalan ke final.

Chen Yufei sempat memimpin jauh di gim ketiga. Interval sudah menunjukkan keunggulan 11-6 untuk wakil China itu, lalu jarak melebar menjadi 17-7. Dalam posisi seperti itu, banyak pemain biasanya goyah. An tidak.

Balikkan Situasi di Titik Paling Sulit

An justru mengubah arah pertandingan saat Chen Yufei sudah berada di ambang kemenangan. Selisih poin perlahan menipis, dari 12-17 menjadi 14-19. Chen bahkan sempat meraih match point di angka 20-16. Tiga, empat, lalu lima poin beruntun. Tiba-tiba, permainan bergeser.

Dari sana, An merebut momentum. Bukan lewat ledakan emosi, melainkan lewat ketenangan yang nyaris dingin. Pada akhirnya ia menutup laga dengan skor yang tak nyaman dibaca lawan mana pun: 23-21. BWF melalui laman resminya menyoroti betapa posisi 7-17 saat itu tampak seperti jalan buntu, tapi An menjaga keyakinan sampai akhir.

Final Kedua, Gelar Masih Terbuka

Lolos ke partai puncak membuat An mempertahankan peluangnya menjaga status juara Indonesia Open. Tahun ini, ia datang sebagai unggulan pertama dan berstatus pemain paling konsisten di sektor tunggal putri. Di sisi lain, kemenangan atas Chen Yufei juga memperlihatkan pola yang terus berulang: An tak mudah panik, bahkan ketika lawan memegang kendali.

Di final, An akhirnya mempertahankan gelar setelah menundukkan Akane Yamaguchi 23-21, 21-12 pada Minggu (7/6). Trofi itu menjadi gelar kelima An sepanjang musim dan menandai gelar ketiganya di Indonesia Open setelah 2021 dan 2025. Ia pernah pula tampil percaya diri di laga-laga besar lain, termasuk saat menjuarai Badminton Asia Championships 2026 dan melengkapi koleksi gelar mayor yang selama ini belum masuk lemari trofinya.

Dan sekarang, sorotan bergerak ke catatan berikutnya. An sudah memberi jawaban di lapangan. Tinggal menunggu bagaimana lawan-lawannya merespons ketenangan yang makin sulit dibaca itu.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda