Kelengkapan dokumen adalah faktor penentu kelancaran proses. Siapkan semuanya sebelum datang ke kantor atau mengisi formulir online.
Dokumen utama: KTP pemohon beserta pasangan (asli dan fotokopi), Kartu Keluarga, serta Surat Keterangan Usaha dari Kelurahan atau Desa. SKU bisa diurus gratis cukup bawa KTP dan beberapa foto usaha sebagai bukti.
NPWP pribadi wajib disertakan untuk plafon di atas Rp50 juta. Di bawah angka itu, NPWP belum menjadi syarat mutlak. Untuk KUR Kecil (Rp100 juta–Rp500 juta), calon debitur juga wajib melampirkan dokumen jaminan seperti sertifikat tanah, sertifikat rumah, atau BPKB kendaraan.
Satu dokumen yang sering terlewat: foto usaha. BRI membutuhkan foto tempat usaha, barang dagangan, atau peralatan produksi sebagai bukti nyata aktivitas bisnis berjalan.
Bunga, Tenor, dan Biaya
Bunga KUR BRI 2026 ditetapkan 6% efektif per tahun, jauh di bawah kredit komersial biasa yang umumnya berkisar 12–18% per tahun. Selisih ini ditanggung pemerintah melalui skema subsidi bunga.
Tenor pinjaman: maksimal 3 tahun untuk modal kerja, dan maksimal 5 tahun untuk investasi. KUR Super Mikro memiliki tenor lebih pendek, antara 1–2 tahun.
Soal biaya tidak ada provisi, tidak ada biaya administrasi. Yang dikenakan hanya biaya materai dan premi asuransi jiwa kredit. Keterlambatan cicilan akan dikenai denda sesuai perjanjian kredit yang ditandatangani saat akad.
Dua Cara Daftar KUR BRI 2026
Bank BRI menyediakan dua jalur pendaftaran: langsung ke kantor atau melalui platform digital.
Jalur offline: Datang ke Kantor BRI terdekat dengan membawa seluruh dokumen asli. Ambil nomor antrean bagian KUR/UMKM. Petugas BRI akan melakukan survei ke lokasi usaha pastikan ada di tempat saat petugas datang. Jika analisa kredit disetujui, debitur menandatangani akad dan dana langsung masuk ke rekening BRI.
Jalur online: Kunjungi eform.bri.co.id, pilih menu KUR, lalu isi data diri dan data usaha, kemudian unggah foto dokumen. Setelah submit, petugas BRI akan menghubungi untuk penjadwalan survei. Proses tetap berakhir di kantor BRI untuk penandatanganan akad.
Empat Tips agar Pengajuan Lolos
Pertama, pastikan usaha sudah benar-benar berjalan minimal 6 bulan sebelum mengajukan. Usaha yang baru sebulan berdiri hampir pasti gagal di tahap analisa.
Kedua, siapkan catatan keuangan yang rapi. Petugas survei akan menilai kelayakan usaha dari arus kas omset versus pengeluaran harus bisa dijelaskan dengan jelas.
Ketiga, jujur saat proses survei. Lokasi usaha harus persis sama dengan yang tertera di SKU. Perbedaan alamat akan memicu kecurigaan dan bisa membatalkan proses.
Keempat, pastikan riwayat kredit bersih. Tunggakan di bank atau lembaga keuangan lain, sekecil apapun akan terdeteksi saat pengecekan SLIK OJK dan langsung menggugurkan pengajuan.
Satu ketentuan penting yang sering diabaikan: satu NIK hanya boleh memiliki satu KUR aktif. Jika ingin mengajukan kembali atau menambah plafon, pinjaman sebelumnya harus dilunasi terlebih dahulu. Pengajuan dengan data palsu atau usaha fiktif tidak hanya ditolak, tapi bisa berujung pada sanksi hukum.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.