Rabu, 5 Agustus 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Komitmen Bersama Jaga Keamanan, Polres Jeneponto Gelar Safari Magrib

Komitmen Bersama Jaga Keamanan, Polres Jeneponto Gelar Safari Magrib
Wikimedia Commons

Pendekatan ini memberikan ruang kepada warga untuk menyuarakan permasalahan security mereka secara langsung kepada pimpinan polres, tanpa perlu birokrasi panjang atau takut tidak didengar. Kasat Binmas AKP M. Natsir mencatat setiap masukan, berkomitmen untuk ditindaklanjuti dalam waktu tertentu.

Itu yang berbeda dengan acara formal di kantor polres. Di sini, suasananya santai. Jamaah minum kopi bersama, ada yang percakapan ringan dengan Kapolres sambil menunggu waktu magrib tiba. Kepercayaan terbangun bukan dari kewenangan, melainkan dari kehadiran yang tulus.

Komitmen Bersama Jaga Keamanan

Kapolres Basuki menyampaikan sejumlah himbauan kepada seluruh hadir. Pesannya sederhana namun penting: tetap menjaga keamanan dan ketertiban agar tercipta kondisi yang dinamis namun aman dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Kami tidak bisa sendirian menjaga keamanan. Diperlukan kerjasama dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat,” tegas Basuki. “Kalian adalah mata dan telinga kami di lapangan. Jika melihat sesuatu yang mencurigakan, jangan ragu menghubungi kami.”

Data dari Polres Jeneponto menunjukkan bahwa tingkat kejahatan konvensional di wilayah Tamalatea selama enam bulan terakhir mengalami penurunan 12 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut, menurut Kapolres, adalah hasil dari partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan aktivitas mencurigakan dan meningkatkan kewaspadaan bersama.

Pencapaian ini bukan kebetulan. Dengan terus menggelar Safari Magrib secara rutin, Polres memastikan bahwa komunitas di setiap kelurahan mengetahui siapa yang bisa dihubungi kapan ada masalah, dan bahwa kepolisian bukan institusi yang jauh dan tertutup.

Masjid: Lebih Dari Sekadar Tempat Ibadah

Kapolres juga mengangkat peran masjid yang melampaui fungsi ibadah semata. Menurutnya, institusi keagamaan ini memiliki potensi besar sebagai pusat penguatan ukhuwah dan pemersatu langkah masyarakat dalam menjaga kedamaian.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat silaturahmi, penguatan ukhuwah, dan wadah menyatukan langkah dalam menjaga kedamaian bersama,” ujar Kapolres Basuki dalam pidatonya yang disampaikan sebelum jamaah masuk ke ruang shalat.

Pesan ini relevan mengingat peran masjid di banyak komunitas Indonesia yang memang melampaui fungsi spiritual. Institusi ini sering menjadi tempat berkumpul, berbagi informasi, dan membangun kesadaran kolektif masyarakat. Di Tamanroya sendiri, Masjid Babussalam tidak hanya menjadi pusat ibadah bagi sekitar 200 keluarga, melainkan juga tempat pengajian, acara kebersamaan, dan diskusi masalah sosial.

Halaman:123Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda