Dengan menggelar Safari Magrib di masjid, Polres menunjukkan pemahaman bahwa untuk membangun kepercayaan, aparat harus hadir di tempat-tempat yang sakral bagi masyarakat, di mana orang merasa aman dan tidak terancam.
Sambutan Positif dan Harapan Berkelanjutan
Kegiatan Safari Magrib berlangsung dengan suasana yang khidmat sekaligus penuh keakraban. Tidak ada jarak formal antara aparat dan warga—mereka duduk bersama, saling mendengarkan, dan membangun kepercayaan tanpa terganggu oleh seragam atau pangkat.
Camat Tamalatea Haryadi, ST, yang juga hadir, menyebut inisiatif Polres ini sebagai “langkah maju dalam membangun keamanan yang inklusif.” Menurut dia, koordinasi antara kepolisian, pemerintah desa, dan tokoh lokal menjadi semakin lancar sejak Safari Magrib dimulai secara rutin.
“Dulu, masyarakat agak takut datang ke kantor polres. Sekarang mereka tahu bahwa polisi bisa dihubungi dengan cara yang lebih personal,” kata Haryadi.
Masyarakat setempat menyambut positif inisiatif Polres Jeneponto. Mereka menghargai upaya kepolisian yang dinilai mampu membangun komunikasi efektif dan tulus tanpa nuansa formal yang menjauhkan. Apresiasi tersebut mencerminkan kebutuhan masyarakat akan aparat yang hadir secara personal, memahami situasi lokal, dan siap mendengarkan apa yang menjadi kekhawatiran mereka sehari-hari.
Program semacam ini, jika dilanjutkan secara konsisten dan melibatkan seluruh kelurahan di wilayah Jeneponto, diharapkan dapat memperkuat fondasi kepercayaan antara kepolisian dan masyarakat—sesuatu yang sangat krusial untuk menjaga stabilitas keamanan di tingkat lokal. Tanpa kepercayaan, upaya keamanan hanya akan bersifat reaktif. Dengan kepercayaan, masyarakat dan polisi menjadi mitra dalam mencegah kejahatan sebelum terjadi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.