“Ini modus lama yang kembali muncul di daerah kami,” jelas Kapolres Brebes, Polda Jawa Tengah, Kompol Hendra Wijaya, dalam konferensi pers di ruang briefing Mapolres Brebes kemarin siang. “Mereka target area parkir umum, mencari mobil dengan penumpang minimal atau yang sedang kosong, terutama mobil tua model yang kacanya mudah pecah.”
Kapolres lantas mengeluarkan imbauan resmi kepada publik: jangan simpan uang tunai dalam jumlah besar di dalam kendaraan. Apalagi di tempat-tempat umum seperti parkir mal, pasar, atau area publik. Untuk transaksi besar, gunakan sistem transfer bank atau layanan pengawalan khusus dari lembaga keuangan.
“Kami sudah koordinasi dengan perusahaan keamanan dan bank-bank di Brebes. Ada layanan jemput uang tunai yang aman dan terjamin. Gunakan itu,” tambahnya.
Data Polres Brebes menunjukkan, dalam enam bulan terakhir terjadi 23 kasus pencurian di area parkir umum dengan rata-rata kerugian Rp 15 juta hingga Rp 300 juta per kasus. Insiden Kusriyati adalah yang pertama kali berhasil digagalkan—berkat vigilansi manusia, bukan teknologi keamanan.
Dari Jukir hingga Pahlawan
Kusriyati sendiri tampak gugup ketika media massa mulai mendatangi rumahnya. Dia tinggal bersama tiga cucu di rumah rondok sederhana, bercat putih, di pinggiran Brebes. Penghasilan jukir setiap hari tidak lebih dari Rp 50 ribu. Dia pernah menawarkan diri menjadi jukir ketika suaminya meninggal 12 tahun lalu, sekadar cari makan sehari-hari.
“Saya tidak berpikir panjang waktu itu. Kalau ada kejadian aneh, ya harus bertindak. Siapa tahu ada orang yang butuh bantuan,” kata lansia pemilik 13 cucu itu dengan sederhana.
Kantor Lurah setempat lantas menghadirkan Kusriyati dalam acara apresiasi komunitas lokal, dan Suwarto (pemilik mobil) secara sukarela memberikan bonus Rp 5 juta kepada jukir wanita tersebut. Pemerintah Kabupaten Brebes juga berencana memberikan sertifikat penghargaan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Brebes, Sumarni, mengatakan akan meningkatkan frekuensi ronde malam di area-area parkir umum. “Kasus ini membuka mata kami juga. Koordinasi dengan jukir, satpam, dan pegawai parkir bisa jadi early warning system yang efektif,” ujar Sumarni.
Pencuri Masih Buron, Kesadaran Harus Meningkat
Hingga publikasi berita ini, tersangka masih belum tertangkap. Polres menyebarkan foto hasil rekonstruksi wajah ke seluruh kantor polisi se-Jawa Tengah. Ada indikasi pelaku mungkin berasal dari luar daerah, mengingat modus dan profesianalitasnya.
Kasus ini juga menjadi bahan pembelajaran di sekolah-sekolah setempat. “Keamanan tidak hanya tanggung jawab polisi atau satpam berbadge. Setiap orang punya peran,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, Siti Muslimah, dalam rapat koordinasi kemarin.
Untuk Kusriyati, rutinitas tetap berjalan. Setiap pagi dia datang ke pos parkir, duduk di kursi plastik bercat merah, dan mengawasi kendaraan yang masuk. Uang Rp 3,6 miliar milik Suwarto kini sudah berada di rekening bank. Transaksi tunai besar tidak akan terulang lagi di area parkir, setidaknya oleh pemilik mobil yang sama. Tapi waspada Kusriyati? Itu tetap ada—seperti setiap hari selama 15 tahun terakhir.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.