Selasa, 14 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Seleksi CPNS Yang Viral Di Medsos Di Pastikan Hoaks

cpns
Kabar mengenai pembukaan pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS 2026 yang ramai beredar di berbagai platform media sosial dipastikan hoaks. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Kabar mengenai pembukaan pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS 2026 yang ramai beredar di berbagai platform media sosial dipastikan hoaks. Badan Kepegawaian Negara menegaskan bahwa hingga pertengahan Juni 2026 pemerintah belum membuka pendaftaran maupun merilis jadwal resmi seleksi CASN tahun anggaran ini.

Penyebaran informasi palsu ini berpotensi merugikan masyarakat karena kerap disertai tautan pendaftaran fiktif yang mengarah pada tindakan kejahatan siber. Para calon pelamar kini diimbau untuk lebih selektif dan tidak sembarangan mengeklik tautan yang menjanjikan formulir pendaftaran instan. Korban berisiko kehilangan data pribadi hingga mengalami kerugian materiil akibat penipuan bermodus bimbingan belajar fiktif dan jaminan kelulusan.

BKN Minta Masyarakat Waspadai Link Palsu CPNS 2026

Plt. Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara, Vino Dita Tama, menyatakan bahwa berbagai poster yang beredar di aplikasi perpesanan dan media sosial bukan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah. Modus operandi yang digunakan pelaku biasanya memanfaatkan antusiasme tinggi masyarakat yang ingin menjadi aparatur sipil negara. Pelaku sengaja menyusun jadwal palsu dengan sangat detail agar terlihat meyakinkan bagi calon pendaftar.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang bukan berasal dari kanal komunikasi resmi BKN atau Kementerian PANRB,” ujar Vino Dita Tama dalam keterangan tertulisnya.

Ia juga menambahkan bahwa BKN tidak pernah bekerja sama dengan pihak bimbingan belajar mana pun untuk menjanjikan kelulusan seleksi.

Pihak berwenang menemukan banyak situs tiruan yang menggunakan domain di luar domain resmi institusi pemerintah. Hal ini sangat berbahaya karena situs-situs tersebut sering kali dirancang untuk menjebak korban agar memasukkan data pribadi penting seperti Nomor Induk Kependudukan, nomor kartu keluarga, hingga swafoto memegang KTP yang rawan disalahgunakan untuk pinjaman online ilegal.

Dampak Sosial dan Bahaya Kejahatan Siber

Situs palsu tersebut biasanya dibuat mirip dengan portal resmi SSCASN. Tujuannya adalah untuk mengelabui mata masyarakat awam yang tidak jeli melihat detail alamat URL. Kerentanan ini dimanfaatkan oleh sindikat kejahatan siber internasional untuk mengumpulkan database masyarakat Indonesia.

Bahaya pengumpulan data pribadi ilegal ini tidak boleh dianggap remeh. Sekali data Anda masuk ke tangan pelaku, identitas Anda bisa digunakan untuk membobol rekening bank atau mendaftarkan nomor telepon untuk aksi penipuan berikutnya. Skema penipuan ini terus berkembang seiring dengan meningkatnya minat masyarakat untuk menjadi ASN setiap tahunnya.

Persiapan Kebutuhan Formasi CPNS 2026 Sedang Berjalan

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda