Bek Leicester City Harry Souttar berhasil pulih dari cedera Achilles setelah menjalani empat operasi berbeda dan program rehabilitasi ekstrem demi membela Timnas Australia di Piala Dunia 2026. Pemain berusia 27 tahun itu kembali merumput dan memimpin Socceroos selama 82 menit saat bermain imbang 1-1 melawan Swiss dalam laga uji coba Sabtu, 13 Juni 2026.
Souttar sempat melewatkan sebagian besar musim Championship bersama Leicester City karena cedera tersebut. Perjuangan ini mengulangi pengalaman serupa yang pernah ia lalui menjelang Piala Dunia 2022.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Rutinitas Rehabilitasi yang Menguras Tenaga
Dalam wawancara dengan Football360, Souttar mengungkapkan program pemulihan yang sangat intensif. Rutinitas hariannya dimulai dengan sesi fisioterapi mandiri di pagi hari, fokus spesifik pada pemulihan Achilles sebelum rekan setim tiba.
“Dalam seminggu, saya akan melakukan banyak fisioterapi di pagi hari sebelum rekan-rekan datang berlatih. Kemudian saya masuk ke gym untuk sesi satu atau dua jam khusus cedera Achilles,” ungkap Souttar.
Latihan dilanjutkan dengan penguatan tubuh bagian atas dan sesi inti. Di sore hari, ia harus menjalani latihan kondisi fisik yang paling melelahkan — sesi di ruang simulasi ketinggian dengan suhu ekstrem.
“Saya masuk ke heat chamber dengan assault bike. Itu benar-benar siksaan, sangat mengerikan. 45 menit penuh,” kata pemain bertinggi 198 cm tersebut.
Kondisi ruangan diatur menyerupai pegunungan Amerika Selatan dengan suhu sekitar 30 derajat Celsius dan altitude setara Argentina atau Chile. “Anda keluar dengan badan penuh keringat. Tapi setelahnya terasa sangat baik,” jelasnya.
Dukungan Penuh dari Tim Medis
Souttar mendapat dukungan maksimal dari tim medis Leicester City dan staf Timnas Australia. Pelatih Australia Tony Popovic langsung menghubunginya setelah cedera terjadi, menawarkan bantuan penuh dari segi medis, nutrisi, dan sports science.
Koordinasi antara kedua tim medis berjalan sangat intensif dengan pertukaran data performa rutin. “Leicester mengirimkan semua data kepada tim di sini — angka output gym, data di lapangan seperti jarak lari, kecepatan, dan high speed running. Keduanya saling terintegrasi,” papar Souttar.
Fisioterapis Australia datang beberapa kali ke Leicester untuk melihat langsung proses rehabilitasi dan memberikan masukan tambahan. Souttar memuji pendekatan pelatih Popovic dan asisten Hayden Foxe yang memberikan detail taktis mengenai posisi tubuh dan teknik berlari.
Mentalitas Tenang di Balik Perjuangan Berat
Meskipun program rehabilitasi sangat melelahkan, Souttar mengaku karakternya yang tenang di luar lapangan membantu menjaga kesabaran. “Orang-orang yang mengenal saya secara pribadi tahu saya sangat santai di luar lapangan. Saya punya tunangan Jodie, anjing, dan dua kucing. Saya sangat rileks,” ungkapnya.
Ia menghabiskan waktu luang dengan aktivitas sederhana seperti mengajak anjing jalan-jalan dan mengunjungi pub serta restoran di desanya. “Saya sangat puas dan bahagia di sana. Tapi ketika waktunya berlatih dan bekerja, saya bekerja sekeras mungkin,” katanya.
Souttar mengakui ada hari-hari sulit selama rehabilitasi. “Ada hari baik dan buruk. Sejujurnya, ada hari Anda tidak ingin melakukan apa-apa. Tapi Anda tetap menunduk dan menyelesaikan pekerjaan karena tahu Anda bekerja menuju tujuan — dan tujuan saya adalah kembali ke skuad,” jelasnya.
Kembali Perkuat Socceroos
Penampilan selama 82 menit melawan Swiss menandai kembalinya Souttar ke level internasional menjelang turnamen besar. Bagi Timnas Australia, kehadiran bek tengah berpengalaman ini sangat penting untuk stabilitas pertahanan di Piala Dunia 2026.
Pengalaman Souttar di Piala Dunia 2022 setelah melewati cedera serupa menjadi bukti ketahanan mental dan fisiknya. Dengan dukungan penuh dari Leicester City dan staf Australia, Souttar kini siap memberikan kontribusi maksimal di turnamen akbar yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.