Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Penampilan Mazraoui dengan Kepala Plontos Jadi Perhatian di Turnamen Besar

noussair mazraoui
Foto: ОЛЕГ БАТРАК / Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

JAKARTA — Penampilan bek sayap tim nasional Maroko, Noussair Mazraoui, di atas lapangan hijau selalu mengundang decak kagum lewat kedisiplinan taktiknya yang luar biasa. Namun, pada turnamen besar kali ini, sorotan kamera tidak hanya tertuju pada transisi bertahan-menyerangnya yang disiplin di bawah arahan pelatih. Bentuk kepala plontos sang pemain Manchester United tersebut justru memicu rasa penasaran besar di kalangan pencinta sepak bola dunia yang jeli melihat perubahan fisiknya.

Keputusan mencukur habis rambutnya ini bukan sekadar urusan gaya instan atau ritual buang sial demi performa lapangan. Usut punya usut, penampilan klimis bek berusia 27 tahun tersebut berkaitan erat dengan prosedur medis estetika luar lapangan yang ia jalani baru-baru ini. Mazraoui rupanya baru saja melewati prosedur transplantasi rambut intensif sesaat sebelum turnamen akbar ini dimulai.

Gejala Klinis di Kulit Kepala Noussair Mazraoui

Dugaan tindakan medis ini diperkuat oleh rekaman video jarak dekat yang memperlihatkan adanya kemerahan ringan di area kulit kepala Mazraoui. Dalam dunia medis, rona kemerahan tersebut merupakan respons inflamasi yang sangat wajar bagi pasien yang baru saja melewati bedah mikro penanaman folikel rambut.

Metode transplantasi rambut modern memang menuntut pasien untuk mencukur habis rambut mereka sebelum tindakan dimulai. Prosesnya melibatkan pengambilan folikel dari area donor yang subur, biasanya di bagian belakang kepala, untuk dipindahkan ke area yang mulai mengalami kebotakan atau kemunduran garis rambut (receding hairline).

Prosedur ini tidak menawarkan keajaiban dalam semalam bagi sang pemain. Pada fase awal, rambut yang ditanam justru akan rontok terlebih dahulu sebelum folikel baru memicu pertumbuhan rambut permanen yang sehat. Para dokter spesialis umumnya menyebut butuh waktu sembilan hingga dua belas bulan untuk melihat hasil maksimal dari perawatan estetika modern ini.

“Bagi seorang atlet profesional yang sering disorot kamera, penampilan luar lapangan memang menjadi bagian dari representasi profesionalisme mereka,” ujar Dr. Hans de Jong, praktisi estetika medis asal Belanda saat mengomentari tren transplantasi rambut di kalangan pesepak bola Eropa. Menurutnya, kepercayaan diri yang meningkat setelah prosedur ini secara tidak langsung kerap berdampak positif pada mentalitas bertanding di atas lapangan hijau.

Riwayat Perawatan Rambut Sejak di Ajax

Langkah medis yang diambil Mazraoui ini sebenarnya bukan hal baru bagi sang pemain. Berdasarkan data rekam medis yang dihimpun dari berbagai sumber terpercaya, mantan penggawa Ajax Amsterdam ini tercatat pernah melakukan prosedur serupa beberapa tahun silam untuk mengatasi masalah kerontokan rambut yang jamak dialami pria dewasa.

Pada Mei 2021, saat masih berseragam Ajax, ia mengunjungi Amsterdam Hair Institute untuk menjalani terapi FUE (Follicular Unit Extraction). Langkah taktis tersebut diambil guna memperbaiki garis rambut bagian depan yang mulai mundur akibat tekanan stres pertandingan tinggi dan faktor genetika.

Tahun Jenis Perawatan Klinik / Lokasi
2021 Transplantasi Rambut FUE Amsterdam Hair Institute
2025 Perawatan Rutin & Terapi PRP Klinik Spesialis Eropa

Memasuki awal tahun 2025, Mazraoui dikabarkan kembali menjalani sesi pemeliharaan yang dikombinasikan dengan terapi Platelet-Rich Plasma (PRP) untuk merangsang sirkulasi darah di kulit kepalanya. Tindakan berulang inilah yang diyakini menjadi alasan utama mengapa kepalanya harus dicukur hingga plontos selama berjuang membela panji negaranya di turnamen internasional kali ini.

Peran Krusial Bersama Timnas Maroko

Meski kulit kepalanya masih dalam masa pemulihan pasca-operasi, performa Mazraoui di lapangan tidak mengendur sedikit pun. Pelatih Maroko tetap memercayainya sebagai pilar utama di sektor bek kiri, posisi yang fasih ia mainkan meski berkaki dominan kanan berkat kecerdasan taktisnya membaca arah serangan lawan.

Kepercayaan besar dari tim pelatih itu dibayar tuntas saat Maroko sukses menahan imbang raksasa Amerika Selatan, Brasil, dengan skor 1-1 di laga pembuka grup yang berlangsung sengit. Bermain selama 80 menit penuh disiplin, Mazraoui sukses meredam agresivitas lini serang lawan yang diisi pemain-pemain lincah nan cepat.

Maroko bahkan sempat unggul lebih dulu lewat gol lob spektakuler yang dicetak oleh Ismael Saibari pada menit ke-42. Brasil baru bisa menyamakan kedudukan pada babak kedua lewat aksi individu bintang Real Madrid, Vinicius Junior, memanfaatkan kelengahan sesaat barisan pertahanan Maroko di menit ke-67.

Ketangguhan fisik dan fokus mental luar biasa yang ditunjukkan oleh Mazraoui membuktikan bahwa perawatan fisik di luar lapangan sama sekali tidak mengganggu komitmen profesionalnya untuk tampil habis-habisan di turnamen sepak bola terakbar sejagat ini. Eks pemain Bayern Munchen ini membuktikan bahwa fokus penuh pada taktik mampu mengalahkan rasa tidak nyaman pasca-operasi.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda