Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026, Penentuan Langkah ke Babak 32 Besar

Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026, Penentuan Langkah ke Babak 32 Besar
Ilustrasi Pertandingan Belanda vs Swedia. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Belanda akan berhadapan dengan Swedia dalam laga Grup F Piala Dunia FIFA 2026 di NRG Stadium, Houston, pada Minggu 21 Juni 2026 pukul 00.00 WIB dan pertandingan ini bisa langsung menentukan siapa yang melangkah lebih awal ke babak 32 besar. Tiga poin jadi rebutan dan tidak ada ruang untuk strategi aman.

NRG Stadium yang berkapasitas 72.220 penonton menjadi saksi benturan dua karakter sepak bola yang kontras. Belanda, peringkat ke-7 dunia di bawah Ronald Koeman, datang dengan penguasaan bola rapi dan kualitas individu tinggi. Swedia, peringkat ke-24, mengandalkan disiplin, fisik, dan serangan balik tajam.

Belanda: Dominasi Bola dan Sayap Tajam

Koeman membangun timnya di atas fondasi lini tengah Frenkie de Jong sebagai pengatur irama, didampingi Mats Wieffer dan Teun Koopmeiners. Penguasaan bola rata-rata 58% dan 1,9 gol per laga mencerminkan betapa konsistennya mesin serangan Belanda musim ini.

Virgil van Dijk tetap jadi benteng paling diandalkan. Di depan, Cody Gakpo dan Xavi Simons bergantian mengancam dari sayap, keduanya punya kecepatan dan naluri gol yang membuat pertahanan lawan harus selalu waspada.

Dari 10 laga terakhir, Belanda meraih 6 kemenangan, 2 imbang, dan 2 kekalahan. Lima pertandingan terakhir tanpa kekalahan.

Tapi ada celah. Belanda terkadang lambat bereaksi saat lawan menekan balik dengan cepat. Jika pertahanan terlalu maju, ruang di belakang bisa terbuka lebar dan Swedia tahu cara memanfaatkan itu.

Swedia: Benteng Rapat, Tusukan Balik

Swedia bukan tim yang mudah dibobol. Jarang kebobolan lebih dari satu gol per pertandingan dan itu bukan kebetulan, itu hasil disiplin taktik yang ditanam dalam.

Viktor Gyökeres jadi ancaman nomor satu di depan. Fisiknya kuat, duel udara hampir selalu dia menangkan. Dejan Kulusevski bergerak dari sisi kanan dengan kecepatan yang sulit dibaca, sementara Emil Forsberg bisa mengkreasi bahaya dari posisi agak dalam.

Formasi 4-2-3-1 jadi andalan dua gelandang bertahan menutup jalur tengah, memaksa Belanda putar jalur ke sayap. Dari 10 laga terakhir, Swedia mencatat 4 menang, 4 imbang, 2 kalah. Konsisten, meski tidak dominan.

Kelemahannya adalah saat lawan bermain terbuka dan memancing Swedia keluar, variasi serangan mereka terbatas. Melawan tim dengan penguasaan bola tinggi seperti Belanda, tekanan akan terasa sejak menit pertama.

Tiga Faktor Penentu Laga

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda