Platform digital memperluas pasar petani
Setelah lebih dari tujuh tahun, kebun Quyen berkembang dengan puluhan varietas bunga dan tanaman hias. Produk-produk itu dipasarkan melalui toko online “Happy Farm 2019” dan dikirim kepada pelanggan di berbagai wilayah Vietnam.
Dari model tersebut, Quyen meraih pendapatan sekitar 12 juta dong Vietnam per bulan. Jika dikonversi kasar, nilainya berubah mengikuti kurs, tetapi angka itu menunjukkan satu hal: penjualan online bisa menjadi sumber penghasilan rutin bagi usaha tani skala keluarga.
Model seperti ini relevan untuk banyak pelaku usaha kecil di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Banyak petani dan perajin memiliki produk bagus, tetapi tersandung tiga perkara klasik: akses pasar, promosi, dan ongkos distribusi informasi. Barang ada. Pembeli belum tentu tahu.
Platform digital membantu memotong jarak itu. Foto produk, deskripsi singkat, ulasan pembeli, dan layanan pengiriman membuat usaha rumahan tampak lebih profesional. Pembeli juga bisa membandingkan harga dan melihat reputasi penjual sebelum memesan.
Tapi kanal digital bukan tongkat ajaib. Penjual tetap harus menjaga kualitas tanaman, kemasan, waktu pengiriman, serta komunikasi dengan pembeli. Untuk produk hidup seperti bunga dan tanaman hias, tantangannya lebih rumit ketimbang barang kering. Daun bisa rusak. Media tanam bisa tumpah. Bibit bisa layu jika pengiriman terlalu lama.
Di sinilah pengalaman Quyen sebagai pembudidaya menjadi modal utama. Teknologi membuka pintu, tetapi produk yang konsisten membuat pembeli kembali.
Peran komunitas dalam transformasi digital
Quyen tidak hanya mengurus kebunnya sendiri. Ia juga menjabat sebagai kepala Asosiasi Petani Dusun Long Hung. Posisi ini membuat pengalamannya tidak berhenti sebagai kisah pribadi, melainkan menjadi contoh bagi anggota lain.
Asosiasi Petani Komune Phuoc Ly kemudian memilih Asosiasi Profesional Penanam Bunga Hias Dusun Long Hung untuk membangun model “Koneksi Digital untuk Bunga Hias”. Program ini diarahkan untuk membantu petani memasarkan produk lewat media sosial dan platform e-commerce.
Tran Van Xuan, Wakil Ketua Tetap Komite Front Tanah Air Vietnam di komune tersebut sekaligus Ketua Asosiasi Petani setempat, mengatakan pendampingan digital menjadi bagian dari pelaksanaan Resolusi No. 57-NQ/TW Politbiro tentang dorongan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan transformasi digital nasional.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.