“Itu cara yang cukup unik untuk melakukan hal seperti itu. Soalnya, pasti sulit untuk melihat reaksi setiap pemain secara langsung lewat layar handphone secara instan,” tambah pemain yang telah mengantongi 64 penampilan bersama Tiga Singa tersebut.
Kalah Saing dengan Darah Muda
Keputusan Tuchel terbilang berani sekaligus kejam bagi generasi mapan. Maguire sejatinya sempat berhasil menembus tim nasional kembali setelah menunjukkan etos kerja tinggi di Carrington. Konsistensi permainan di level klub sempat membubung tinggi harapannya untuk terus mengawal lini belakang negaranya.
Namun, juru taktik asal Jerman itu lebih memilih meremajakan sektor pertahanan. Tuchel memprioritaskan nama-nama yang lebih bertenaga, cepat dalam transisi, dan fasih memainkan skema penguasaan bola aktif dari lini belakang.
| Nama Pemain | Usia | Klub Asal |
|---|---|---|
| Marc Guehi | 24 Tahun | Crystal Palace |
| Levi Colwill | 21 Tahun | Chelsea |
| Ezri Konsa | 27 Tahun | Aston Villa |
| Taylor Harwood-Bellis | 22 Tahun | Southampton |
Selain deretan bek di atas, Tuchel juga menyertakan John Stones dari Manchester City. Keputusan memanggil Stones sempat memicu perdebatan di kalangan pandit Inggris mengingat sang pemain memiliki riwayat cedera yang cukup rentan musim ini.
Bagi publik Inggris, keputusan ini menandai akhir dari sebuah era. Maguire telah menjadi pilar penting sejak Piala Dunia 2018. Kepergiannya dari skuad utama menunjukkan bahwa Tuchel tidak ragu memotong nama besar demi kecocokan taktik.
Dilema Taktis Garis Pertahanan Tinggi
Mengapa Maguire terdepak? Jawabannya ada pada gaya main. Analisis taktis menunjukkan bahwa gaya bertahan defensif blok rendah yang menjadi kekuatan utama Maguire kurang cocok dengan skema garis pertahanan tinggi yang disukai Tuchel.
Tuchel menuntut bek tengah yang memiliki kecepatan pemulihan posisi (recovery pace) mumpuni saat tim terkena serangan balik cepat. Pada aspek ini, Maguire kerap kewalahan saat ruang di belakangnya terlalu terbuka lebar.
Kini, dengan liga yang akan segera bergulir kembali, Maguire harus segera mengalihkan fokus penuhnya untuk mengamankan posisi utama di bawah asuhan Ruben Amorim di Old Trafford. Pembuktian di atas lapangan hijau bersama Manchester United adalah satu-satunya cara tersisa untuk mengetuk kembali pintu tim nasional.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.