JAKARTA — Klaim tentang rupiah baru bergambar Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang disebut beredar pada Juni 2026 ternyata palsu. Tempo memeriksa tiga versi gambar yang ramai di Instagram, Facebook, TikTok, X, dan YouTube, lalu menemukan semuanya adalah visual buatan kecerdasan buatan.
Gambar itu memuat lambang Garuda Pancasila dan logo Bank Indonesia. Nominal yang dipakai juga tak biasa: Rp18.000 dengan dua versi desain, lalu Rp1.000.000. Sekilas terlihat meyakinkan. Padahal, BI tidak pernah mengumumkan penerbitan uang rupiah baru dengan desain seperti itu.
Rupiah baru itu tidak pernah diterbitkan BI
Bank Indonesia menegaskan gambar yang beredar adalah uang palsu dalam arti visual, bukan uang resmi yang diterbitkan bank sentral. Melalui akun Instagram resminya, BI menyebut desain pada unggahan tersebut tidak ada dalam daftar uang rupiah yang sah.
“Uang Rupiah Rp18.000 yang Anda lampirkan tidak tersedia, dan Bank Indonesia tidak pernah menerbitkan nominal tersebut,” tulis BI dalam pernyataan tertulis pada Senin, 15 Juni 2026.
BI juga meminta masyarakat mengecek desain uang rupiah melalui menu Rupiah di situs resmi www.bi.go.id. Di sana, publik bisa melihat ciri uang sah, gambar resmi, dan informasi emisi yang benar. Ini penting, sebab sebaran gambar palsu seperti ini kerap memanfaatkan tampilan yang mirip desain resmi untuk mengelabui orang yang melihatnya sekilas di linimasa.
Hasil pemeriksaan: buatan AI, bukan desain uang resmi
Tempo tidak berhenti pada pernyataan BI. Redaksi juga menguji gambar itu dengan pemindai konten berbasis AI dan membandingkannya dengan informasi kredibel. Hasilnya konsisten: gambar-gambar tersebut dibuat secara digital.
Untuk versi Rp18.000 bergambar Monas, alat AI or NOT mendeteksi kemungkinan 77 persen sebagai produk AI, dengan indikasi model mirip GPT-4o. Aplikasi Zhuque AI Detector Assistant justru memberi sinyal lebih kuat, yakni peluang 99,14 persen bahwa gambar itu sintetis. Detektor yang sama juga menyimpulkan visual uang Rp18.000 bergambar Prabowo-Gibran merupakan hasil AI.
Pada gambar Rp18.000 bertema Makan Bergizi Gratis, Zhuque AI Detector Assistant menilai 99,8 persen sebagai tiruan digital. Decopay.ai dan Undetectable.ai ikut menguatkan kesimpulan itu karena unsur makanan dalam desain uang jelas tidak lazim untuk mata uang resmi. Uang kertas negara biasanya memuat unsur yang sangat terukur: lambang negara, pahlawan, seni, atau motif budaya yang diatur ketat. Bukan menu makan siang.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.