Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Cara Transfer Uang dari Taiwan ke Indonesia Lewat HP yang Praktis

Cara Transfer Uang dari Taiwan ke Indonesia Lewat HP yang Praktis
Cara Transfer Uang dari Taiwan ke Indonesia Lewat HP yang Praktis. (Ilustrasi: AI)

TAIPEI — Cara transfer uang dari Taiwan ke Indonesia lewat HP sekarang jauh lebih mudah dibanding beberapa tahun lalu. Pekerja migran, pelajar, dan keluarga di dua negara bisa kirim dana tanpa harus antre di loket, asal tahu aplikasi yang dipakai, data yang diminta, dan batas kirimnya.

Buat banyak orang, urusannya bukan cuma cepat. Biaya potongan, kurs rupiah, dan limit transfer sering jadi penentu apakah uang yang sampai ke Indonesia terasa “utuh” atau justru menyusut. Kalau salah pilih layanan, selisihnya bisa lumayan.

Cara transfer uang dari Taiwan ke Indonesia lewat HP

Prinsip dasarnya sederhana. Pengirim di Taiwan membuka aplikasi remitansi atau dompet digital yang mendukung transfer lintas negara, lalu memasukkan data penerima di Indonesia, nominal, metode pembayaran, dan rekening tujuan. Setelah itu, sistem memproses transaksi lewat jaringan bank, mitra lokal, atau penyedia remitansi internasional.

Di banyak layanan, uang bisa masuk ke rekening bank Indonesia dalam hitungan menit sampai 1-3 hari kerja. Ada juga yang menawarkan pengambilan tunai di agen tertentu. Cepat, tapi tidak selalu paling murah. Soalnya, biaya layanan dan kurs valas kadang justru lebih berat daripada yang terlihat di layar awal.

Jenis aplikasi yang umum dipakai ada beberapa. Wise, Western Union, Remitly, WorldRemit, dan layanan transfer dari bank digital atau fintech berizin sering jadi pilihan karena prosesnya bisa dilakukan dari HP. Namun, ketersediaannya di Taiwan dan Indonesia tetap tergantung kebijakan masing-masing aplikasi, status verifikasi pengguna, dan relasi bank penerima.

Data yang dibutuhkan sebelum kirim uang

Supaya transfer tidak tertahan, pengirim biasanya harus menyiapkan data identitas dan data penerima. Untuk pengirim, aplikasi umumnya meminta nama lengkap sesuai paspor atau ARC, nomor identitas, nomor HP aktif, alamat, email, dan kadang foto dokumen. Sebagian layanan juga meminta sumber dana atau tujuan transfer, terutama saat nominal besar.

Untuk penerima di Indonesia, data yang dibutuhkan biasanya nama lengkap sesuai rekening, nama bank, nomor rekening, dan nomor HP. Jika pengiriman memakai metode cash pickup, penerima perlu nama lengkap seperti di KTP serta lokasi pengambilan.

Jangan asal input. Salah satu huruf saja bisa bikin dana tertahan atau dikembalikan. Repot. Dan makan waktu.

Beberapa aplikasi juga meminta verifikasi wajah, foto paspor, atau bukti alamat. Ini normal. Penyedia layanan memang wajib menjalankan pemeriksaan identitas untuk mencegah penipuan dan pencucian uang.

Biaya transfer dan batas nominal per aplikasi

Halaman:123Semua Halaman

(YF)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda