Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

FPTI Sambut Dukungan Prabowo pada Cabor Panjat Tebing Nasional

Dukungan panjat tebing nasional untuk pelatnas jangka panjang
FPTI sambut dukungan Prabowo untuk panjat tebing nasional dan pelatnas jangka panjang, usai emas dunia lead di Praha. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — FPTI sambut dukungan Prabowo pada panjat tebing nasional setelah pemerintah memberi sinyal kuat untuk skema anggaran multiyears bagi pemusatan latihan nasional atlet. Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) Yenny Wahid menyebut kebijakan itu penting untuk menjaga pembinaan tetap jalan, tidak putus di tengah jalan.

Yenny merespons komitmen Presiden Prabowo yang disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dalam pertemuan di Hambalang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Dukungan itu, kata dia, tidak berhenti pada kebutuhan satu agenda pertandingan, melainkan menyasar ekosistem olahraga yang dibangun dalam jangka panjang.

Soalnya, panjat tebing nasional sedang ada di momen yang tidak biasa. Indonesia baru saja mencatat sejarah lewat emas nomor lead pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2026 di Praha, Ceko. Capaian itu memberi pesan jelas: Indonesia tidak hanya kuat di nomor speed, tetapi juga punya ruang besar di disiplin lain bila pembinaannya dijaga serius.

“Kami mengapresiasi komitmen dan dukungan penuh Bapak Presiden terhadap pelatnas jangka panjang dan kebijakan anggaran multi years,” kata Yenny saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (20/6).

Panjang napas pembinaan

Bagi FPTI, dukungan pemerintah bukan soal seremoni. Yang dicari adalah napas panjang pembinaan. Atlet butuh jadwal latihan yang konsisten, pelatih yang bisa menyusun program bertahap, dukungan sport science, dan kepastian pembiayaan agar target tidak berubah tiap tahun anggaran berganti.

Yenny menilai prestasi global hanya bisa lahir jika pembinaan dilakukan berkelanjutan. Kalimatnya tegas. Tidak ada jalan pintas.

“Karena itu, dukungan besar Bapak Presiden terhadap pelatnas jangka panjang adalah sebuah keputusan yang sangat strategis. Ini bukan hanya investasi untuk satu atau dua kejuaraan, tetapi investasi untuk masa depan olahraga Indonesia,” ujar Yenny.

Di level praktis, skema multiyears memberi ruang bagi federasi untuk menyusun program latihan yang lebih rapi. Mulai dari pemantauan performa, peningkatan kekuatan fisik, penguatan mental bertanding, sampai penyiapan kalender kompetisi internasional. Tanpa kepastian anggaran, seluruh rantai itu mudah terputus.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda