JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Máximo Quiles semakin sulit dikejar. Pembalap CFMoto Gaviota Aspar Team itu mengakhiri GP Ceko di Brno pekan lalu dengan koleksi 186 poin, meninggalkan pesaing terdekatnya sejauh 65 poin di klasemen Moto3 2026.
Yang tak kalah menarik: Veda Ega Pratama kini bertengger di posisi 6. Pembalap Honda Team Asia itu mengumpulkan 82 poin sejauh ini dan musim belum separuh jalan.
Quiles Jauh di Depan
Setelah 22 seri dijadwalkan sepanjang 2026, baru sebagian yang rampung. Tapi Quiles sudah membangun keunggulan yang bikin lawan kewalahan. Álvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo ada di urutan dua dengan 121 poin tertinggal 65 angka. Jarak itu setara lebih dari dua kemenangan penuh.
Di belakang dua nama itu, persaingan sangat rapat. David Almansa (Liqui Moly Intact GP) mengoleksi 89 poin, Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) 92, dan Marco Morelli dan rekan setim Quiles di Aspar punya 86 poin. Empat pembalap itu berselisih tak sampai 10 poin.
| Pos | Pembalap | Tim | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Máximo Quiles | CFMoto Gaviota Aspar Team | 186 |
| 2 | Álvaro Carpe | Red Bull KTM Ajo | 121 |
| 3 | Brian Uriarte | Red Bull KTM Ajo | 92 |
| 4 | David Almansa | Liqui Moly Intact GP | 89 |
| 5 | Marco Morelli | CFMoto Gaviota Aspar Team | 86 |
| 6 | Veda Ega Pratama | Honda Team Asia | 82 |
| 7 | Hakim Danish | MT Helmets – MSI | 73 |
| 8 | Valentín Perrone | Red Bull KTM Tech3 | 66 |
| 9 | David Muñoz | Liqui Moly Intact GP | 52 |
| 10 | Guido Pini | Leopard Racing | 48 |
Veda Pratama dan Peluang Kandang
Bagi Indonesia, Veda Ega Pratama jadi perhatian utama. Pembalap 19 tahun itu konsisten meraih poin, termasuk finis P8 di GP Catalan. Posisi 6 klasemen dengan 82 poin bukan sekadar angka, itu bukti persaingan nyata di level dunia.
Dan ada agenda penting yang sudah ditunggu di GP Indonesia di Sirkuit Mandalika, dijadwalkan 11 Oktober 2026. Seri ke-17 dari 22 balapan itu bisa jadi momentum besar bagi Veda untuk mendongkrak posisi di depan pendukung sendiri.
Tapi persaingannya tidak mudah. Hakim Danish dari Malaysia ada tepat di belakang Veda dengan 73 poin. Satu insiden atau DNF bisa mengubah urutan dengan cepat dan sistem poin Moto3 hanya memberi hadiah bagi 15 besar tiap race.
KTM vs CFMoto di Konstruktor
Pertarungan antar-pabrikan juga sengit. KTM memimpin klasemen konstruktor dengan 170 poin, diikuti Honda 113 poin. CFMoto lewat Aspar Team menjadi penantang keras dari dua pembalapnya, Quiles dan Morelli, sama-sama produktif meraup poin.
Tiga pembalap KTM tersebar di 5 besar: Carpe di P2, Uriarte di P3, dan Perrone di P7. Kekuatan merata itu yang bikin KTM unggul di konstruktor meski tak punya satu pembalap dominan seperti Quiles.
Setelah Brno, kalender Moto3 berlanjut ke Belanda (Assen) lalu Jerman (Sachsenring) sebelum jeda musim panas. Veda dan tim Honda Asia punya beberapa seri lagi untuk mengkonsolidasi posisi sebelum akhirnya bertarung di hadapan ribuan penonton Mandalika pada Oktober.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.