Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Mana Lebih Cuan Usai BI Rate Naik Lagi: Menabung Atau Investasi?

BI Rate naik memicu pilihan menabung atau investasi
BI Rate naik ke 5,75%. (Ilustrasi: AI)

Perencana Keuangan One Shieldt Budi Rahardjo punya pandangan serupa. Ia menilai suku bunga yang lebih tinggi memang bisa membuat instrumen simpanan seperti deposito tampak lebih menarik, setidaknya untuk jangka pendek.

Pasar keuangan yang masih bergejolak juga membuat sebagian investor menahan langkah. Saham, yang umumnya lebih sensitif terhadap sentimen pasar, jadi kurang diminati oleh sebagian orang saat kondisi belum stabil.

“Untuk jangka pendek memang bisa dikatakan menabung atau menempatkan dana di deposito terlihat lebih menguntungkan dibandingkan investasi pada instrumen berisiko tinggi seperti saham di tengah kondisi pasar saat ini,” kata Budi.

Di titik ini, ukuran “cuan” memang perlu dibaca hati-hati. Cuan di deposito datang dari bunga yang relatif pasti. Cuan di saham atau reksa dana saham muncul dari kenaikan harga aset, yang bisa naik cepat tapi juga bisa turun dalam waktu singkat. Dua-duanya sah. Dua-duanya punya tempat. Tinggal cocok atau tidak.

Budi mengingatkan, kalau tujuan keuangan tidak berhenti pada tiga bulan atau satu tahun, pilihan yang terlalu defensif belum tentu tepat. Saat pasar terkoreksi, justru ada peluang membeli aset yang harganya lebih murah daripada nilai wajarnya di masa normal.

“Kalau orientasinya jangka panjang, momentum seperti saat ini justru bisa dimanfaatkan untuk membeli aset yang sedang terkoreksi tetapi memiliki prospek kembali normal ketika ekonomi membaik,” ujarnya.

Menabung atau investasi, tergantung tujuan dan profil risiko

Pernyataan para perencana keuangan itu mengarah ke satu hal: keputusan terbaik bergantung pada tujuan dana. Uang untuk kebutuhan darurat, cicilan dekat, atau kebutuhan tiga sampai enam bulan ke depan memang lebih masuk akal ditempatkan di instrumen likuid dan relatif aman. Tabungan dan deposito cocok di sini.

Kalau tujuannya dana pendidikan beberapa tahun lagi, dana pensiun, atau target jangka panjang lain, investasi justru punya ruang lebih besar. Instrumen saham, obligasi, reksa dana, hingga emas punya karakter yang berbeda, sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing orang.

BI Rate yang naik juga memberi sinyal lain: pasar kemungkinan akan lebih berhati-hati dalam beberapa waktu ke depan. Budi memperkirakan dana masyarakat akan lebih banyak mengalir ke deposito karena tingkat bunganya menjadi lebih menarik. Sementara itu, alokasi ke pasar modal seperti saham dan obligasi bisa lebih terbatas dalam jangka pendek.

Meski begitu, ia tidak menyarankan masyarakat menaruh seluruh dana pada satu tempat saja. Diversifikasi tetap penting. Dengan pembagian aset yang pas, risiko bisa lebih terkendali tanpa kehilangan peluang imbal hasil.

Perubahan BI Rate ini juga memengaruhi ekspektasi hasil dari produk keuangan. Deposito bisa naik bertahap, tapi penyesuaian tidak selalu langsung terasa di semua bank. Sementara itu, harga aset investasi bisa bergerak cepat mengikuti sentimen suku bunga, inflasi, dan arah pasar global. Karena itu, membandingkan menabung dan investasi hanya dari angka bunga paling sering menyesatkan.

Kalau yang dicari keamanan, tabungan dan deposito punya keunggulan. Kalau yang dicari pertumbuhan nilai dana dalam jangka lebih panjang, investasi masih punya peluang yang lebih besar. Yang bikin banyak orang salah langkah biasanya bukan karena instrumennya, melainkan karena horizon waktunya tidak cocok.

Aidil menutup dengan penekanan yang sederhana namun relevan: menabung aman, investasi berisiko. Kenaikan BI Rate memang mengubah perhitungan, tapi tidak otomatis mengubah fungsi dasar keduanya. “Jadi tidak bisa langsung disimpulkan menabung lebih menguntungkan hanya karena suku bunga naik,” kata dia.

Singkatnya, uang cadangan harian dan dana dekat pakai simpanan. Uang untuk tumbuh, baru masuk ke investasi. Di situlah keputusan yang lebih masuk akal biasanya ditemukan.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda