Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Pramono Sebut LRT Velodrome-Manggarai Diresmikan Agustus

LRT Velodrome-Manggarai menuju integrasi transportasi Jakarta
LRT Velodrome-Manggarai ditargetkan diresmikan Agustus 2026. (Ilustrasi: AI)

Konsep simpul antarmoda seperti ini kerap menentukan kenyamanan perjalanan warga. Semakin sedikit perpindahan yang merepotkan, semakin mudah orang meninggalkan kendaraan pribadi. Dan itu inti dari banyak kebijakan transportasi di kota besar: membuat pindah moda terasa wajar, bukan melelahkan.

Di Jakarta, Dukuh Atas sudah dikenal sebagai kawasan yang sibuk pada jam berangkat dan pulang kerja. Bila koneksi fisiknya benar-benar rapat, kawasan ini bisa menjadi titik transit yang jauh lebih efektif daripada hanya sekadar nama besar dalam peta transportasi.

Uji sistem jadi penentu kesiapan operasi

Di luar target peresmian, pekerjaan teknis di lapangan masih berjalan. Sebelumnya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) memulai rangkaian testing and commissioning atau T&C untuk sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B.

Salah satu tahapan yang sudah dikerjakan adalah pengujian jalur sepanjang 3,6 kilometer yang menghubungkan Stasiun Velodrome dan Stasiun Pramuka. Tahap ini menjadi penting karena jalur layang tidak bisa langsung dioperasikan hanya karena konstruksinya selesai. Sistemnya harus benar-benar berfungsi sebagai satu kesatuan.

Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin sebelumnya mengatakan proses T&C dilakukan secara menyeluruh agar seluruh sistem siap sebelum masuk tahap operasional komersial. “Setiap meter pada jalur layang LRT Jakarta Fase 1B adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat DKI Jakarta yang akan mengandalkan LRT setiap harinya. Maka itu, tahapan T&C ini harus dipersiapkan sangat matang,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Pengujian yang dilakukan mencakup jalur rel, sistem persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional antarsistem. Tahapan seperti ini sering kali tidak terlihat oleh publik, padahal justru di situ keselamatan penumpang ditentukan. Satu komponen yang belum sinkron bisa mengganggu jadwal operasional secara keseluruhan.

Karena itu, target peresmian Agustus 2026 menjadi semacam garis waktu yang ketat. Pemerintah daerah dan pengelola proyek harus menjaga keseimbangan antara penyelesaian fisik dan kesiapan sistem. Tidak cukup terlihat selesai. Harus siap dipakai.

Kenapa proyek ini penting bagi warga Jakarta

Bagi warga, proyek LRT Velodrome-Manggarai punya arti langsung pada waktu tempuh, koneksi perjalanan, dan kenyamanan berpindah moda. Jalur ini membuka akses yang lebih baik dari kawasan timur Jakarta ke pusat mobilitas kota, terutama bagi pekerja dan pelajar yang setiap hari bergantung pada transportasi umum.

Dalam praktiknya, integrasi seperti ini juga bisa mengurangi penumpukan di moda tertentu. Bila koneksi antarmoda berjalan mulus, penumpang tak perlu memaksa satu jenis transportasi untuk menanggung seluruh perjalanan. Perjalanan jadi lebih fleksibel. Lebih efisien. Dan, setidaknya di atas kertas, lebih hemat energi dan waktu.

Proyek senilai Rp12,5 triliun itu juga memperlihatkan betapa mahalnya membangun jaringan transportasi perkotaan yang terhubung rapi. Namun, nilai besar itu sejalan dengan skala kebutuhan Jakarta yang terus tumbuh. Kota dengan pergerakan penduduk setinggi ini memang tidak bisa bertumpu pada satu atau dua moda saja.

Pramono menutup penjelasannya dengan optimisme bahwa konektivitas yang baik akan membuat Jakarta lebih nyaman dan aman. “Itulah yang menunjukkan kalau memang semuanya nanti sudah terkoneksi dengan baik, Jakarta saya yakin akan menjadi lebih nyaman dan lebih aman,” ucapnya.

Setelah target Agustus ini, perhatian publik akan bergeser ke satu hal berikutnya: apakah sambungan ke Dukuh Atas bisa mengejar ritme pembangunan LRT Velodrome-Manggarai tanpa mengganggu kesiapan operasional yang sudah dijadwalkan.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda