JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Laga ke-1.000 sepanjang sejarah Piala Dunia FIFA bukan milik tim raksasa Eropa atau Amerika Latin. Kehormatan itu jatuh ke tangan Jepang dan Tunisia yang bentrok di Grup F pada Minggu, 21 Juni 2026, pukul 11.00 WIB di Estadio BBVA, Guadalupe, Monterrey.
Dua tim, dua cerita yang kontras. Satu datang dengan momentum dan kepercayaan diri. Satu lagi datang dengan luka, pergantian pelatih, dan tekanan besar untuk bangkit.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Tunisia: Memulai Ulang di Laga Paling Krusial
Tidak ada kata lain untuk menggambarkan pembuka turnamen Tunisia selain bencana. Mereka dihancurkan Swedia 1-5, ini merupakan kekalahan terbesar sepanjang sejarah mereka di Piala Dunia. Kiper Abdelmouhib Chamakh membuat kesalahan fatal, tiga gol kebobolan dari luar kotak penalti adalah angka tertinggi kedua dalam sejarah turnamen sejak 1966.
Konsekuensinya langsung terasa. Sabri Lamouchi dicopot, menjadi pelatih pertama dalam sejarah Piala Dunia yang dipecat setelah hanya satu pertandingan. Kemudian masuk Hervé Renard nama yang tak asing di sepak bola Afrika dan Asia. Ia pernah membawa Zambia juara Piala Afrika, pernah menangani Arab Saudi, dan paling dikenal di Indonesia karena mengalahkan Argentina di Qatar 2022 bersama Arab Saudi.
Renard dikenal bukan sekadar taktisi, tapi motivator. Kemampuannya membalikkan mentalitas tim dalam waktu pendek sudah teruji. Tapi apakah tiga hari cukup untuk mereset sebuah tim yang mental juangnya hancur lebur?
Tunisia punya bahan bakunya. Ellyes Skhiri bermain di Bundesliga, Hannibal Mejbri punya pengalaman di Premier League. Skuad ini bukan tanpa kualitas. Biasanya mereka bermain disiplin di lini pertahanan, andal dalam serangan balik, dan berbahaya dari bola mati. Masalahnya, gaya bertahan-tunggu serangan balik itu justru yang pertama kali diekspos Swedia.
Rekor head-to-head pun tak memihak mereka. Dari enam pertemuan melawan Jepang, Tunisia hanya menang sekali dan kemenangan 3-0 di Piala Kirin 2022. Di Piala Dunia 2002, mereka kalah 2-0. Tren itu sulit diabaikan.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.