LA PAZ — Presiden Bolivia Rodrigo Paz resmi memberlakukan status darurat militer selama 90 hari ke depan demi mengatasi gelombang aksi unjuk rasa yang melumpuhkan negara tersebut. Langkah drastis ini diambil setelah aksi penutupan jalur transportasi utama oleh kelompok demonstran berlangsung selama lebih dari enam pekan hingga memicu kelangkaan pangan akut.
nn
Kebijakan ini berdampak langsung pada hilangnya hak warga untuk berkumpul dan bergerak bebas di ruang publik. Pemerintah langsung mengerahkan pasukan militer bersenjata lengkap bersama alat berat ekskavator untuk meruntuhkan berbagai blokade jalan yang dibangun oleh kelompok petani dan masyarakat adat di jalur-jalur logistik utama.
nn
Dampak Krisis Ekonomi dan Kelumpuhan Kota
nn
Blokade ekstrem ini telah mencekik jalur distribusi barang ke kota-kota besar. Akibatnya, harga bahan pokok melonjak hingga tiga kali lipat di pasar tradisional, sementara antrean bahan bakar mengular hingga beberapa kilometer di berbagai stasiun pengisian bahan bakar.
nn
Ibu kota pemerintahan, La Paz, serta kota satelit El Alto menjadi wilayah yang paling terdampak akibat terputusnya pasokan barang dari wilayah agraris. Menurut laporan AFP, sejumlah warga di El Alto justru menyambut gembira kedatangan konvoi militer dan polisi yang mulai membersihkan tumpukan batang kayu, batu, dan puing-puing di jalan raya.
nn
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.