Jumat, 7 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Tren Wellness Naik, Pantau Stres Lewat AI di Kursi Pijat

Kursi pijat AI membantu tren wellness dan relaksasi tubuh
Tren Wellness Naik, Pantau Stres Lewat AI di Kursi Pijat. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Kursi pijat AI mulai dilirik sebagai cara baru membaca sinyal stres dari tubuh, bukan sekadar alat relaksasi biasa. Di saat banyak orang sibuk mengejar tidur cukup, olahraga rutin, dan makan lebih sehat, perhatian juga bergeser ke satu hal yang sering terlupa: tubuh perlu pulih.

Itu sebabnya tren wellness ikut berubah. Orang tak lagi cukup hanya menghitung langkah kaki atau jumlah kalori. Mereka juga mulai mencari cara untuk menurunkan ketegangan otot, merapikan kualitas istirahat, dan memberi jeda bagi tubuh setelah aktivitas padat.

Brand & Operation Manager Indonesia OSIM, Raynaldo Hasan, menilai pemahaman publik soal wellness masih perlu diperluas. Menurut dia, banyak orang sudah paham olahraga itu penting, tetapi belum sepenuhnya menangkap bahwa pemulihan punya peran yang sama besar.

Kursi pijat AI dan cara orang membaca stres

Raynaldo melihat kebiasaan masyarakat masih berhenti di fase aktif. Seseorang rajin lari pagi atau nge-gym sore hari, lalu menganggap tugasnya selesai. Padahal, setelah otot bekerja, tubuh justru butuh kesempatan untuk mengendur.

“Orang tahu olahraga itu penting, tetapi sering kali tidak menyadari bahwa setelah berolahraga otot menjadi tegang dan tubuh membutuhkan relaksasi. Banyak yang selesai olahraga lalu mandi dan langsung tidur. Padahal, akan lebih baik jika tubuh direlaksasi terlebih dahulu sehingga kualitas tidurnya bisa meningkat,” kata Raynaldo saat memperkenalkan OSIM uDream.AI kepada Tempo pada April lalu.

Pernyataan itu penting karena menggeser cara pandang yang selama ini cukup umum: sehat dianggap selesai ketika latihan selesai. Padahal, bagi banyak orang yang kerja duduk berjam-jam, menatap layar terus-menerus, atau sering berpindah aktivitas tanpa jeda, ketegangan tubuh bisa menumpuk pelan-pelan. Leher kaku. Punggung pegal. Tidur pun terasa tidak benar-benar pulih.

Di titik ini, kursi pijat AI masuk sebagai bagian dari teknologi wellness. Alat semacam ini tidak cuma memberi pijatan. Dalam narasi yang dibawa produsen, teknologi dipakai untuk membantu pengguna memahami kebutuhan tubuh mereka, lalu menyesuaikan pengalaman relaksasi agar lebih pas. Bagi pengguna awam, pendekatannya sederhana: tubuh dibantu tenang, lalu ritme harian diharapkan ikut membaik.

Halaman:123Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda