Masalahnya bukan hanya skor. Secara taktis, Arab Saudi tampil dengan low block yang tidak disiplin, terlalu sering kehilangan posisi saat Spanyol melakukan rotasi bola cepat di sepertiga akhir lapangan. Yamal dan Oyarzabal berulang kali menemukan ruang di antara lini pertahanan dan gelandang bertahan Saudi.
Di sisi serang, mereka nyaris tidak ada. Build-up terlalu lambat, transisi ke depan tidak tajam. Ketika bola akhirnya sampai ke final third, pilihan operan sudah tertutup. Hasilnya satu tembakan tepat sasaran dalam 90 menit adalah angka yang berbicara sendiri.
Pelatih Arab Saudi menghadapi dilema berat. Bermain menyerang berarti membuka ruang untuk tim yang lebih teknis. Bertahan penuh berarti poin mustahil diraih.
Satu Laga Tersisa, Syarat Hampir Mustahil
Secara matematis, Arab Saudi belum tersingkir. Tapi jalan ke babak 16 besar kini berliku ekstrem.
Arab Saudi wajib menang atas Tanjung Verde di laga terakhir dan bukan sekadar menang tipis. Mereka butuh selisih gol yang cukup besar untuk bisa menyalip, sambil berharap Spanyol tidak menang besar atas Uruguay di laga paralel. Tanjung Verde sendiri belum kalah sekali pun di turnamen ini dalam dua laga, dua hasil imbang, jadi mereka bukan lawan yang bisa diremehkan.
Pertandingan Arab Saudi vs Tanjung Verde dijadwalkan pada Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 07.00 WIB di Houston.
Pantau skor, jadwal, analisis, dan kabar terbaru Piala Dunia 2026 di JournalArta Special Event — Piala Dunia 2026.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.