Minggu, 12 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Saham SHIP Dibuka Lagi, Melonjak 9,68% ke Rp1.530

Saham SHIP naik usai dibuka kembali oleh BEI
Saham SHIP dibuka lagi oleh BEI dan langsung naik 9,68% ke Rp1.530 setelah suspensi 8 hari. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — saham SHIP milik PT Sillo Maritime Perdana Tbk dibuka kembali oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 22 Juni 2026, lalu langsung melonjak 9,68% atau 135 poin ke Rp1.530 di sesi I pasar reguler dan tunai.

Kenaikan itu muncul setelah BEI menghentikan sementara perdagangan saham emiten pelayaran tersebut sejak 9 Juni 2026. Langkah suspensi diambil setelah harga SHIP turun tajam dan dinilai perlu dijaga agar investor punya ruang menimbang risiko dengan lebih tenang.

Saham SHIP keluar dari suspensi, lalu langsung mentok ARA

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan dalam keterbukaan tertulis pada Jumat, 19 Juni 2026, bahwa penghentian sementara perdagangan SHIP dilakukan karena penurunan harga kumulatif yang signifikan. Menurut dia, kebijakan itu ditempuh untuk melindungi investor.

Begitu kembali diperdagangkan, saham SHIP langsung masuk ke pola yang sering disebut pelaku pasar sebagai “balik badan cepat”. Harga bergerak naik sampai menyentuh Auto-Reject Atas (ARA). Pada penutupan sesi I, saham ini berada di Rp1.530, jauh di atas harga saat suspensi diberlakukan.

Pergerakan semacam ini memberi sinyal sederhana: pasar masih memberi valuasi pada saham pelayaran itu, meski sebelumnya tekanan jual datang sangat keras. Tapi statusnya belum sepenuhnya normal. Karena suspensi berlangsung lebih dari satu hari bursa, SHIP kini masuk skema perdagangan Full Call Auction (FCA) di Papan Pemantauan Khusus setidaknya selama sepekan.

Tekanan jual SHIP sempat sangat dalam

Data yang disampaikan BEI menunjukkan penurunan saham SHIP memang bukan koreksi kecil. Dalam sebulan sebelum suspensi, harga saham ini merosot 25,8%. Dalam tiga bulan terakhir, penurunannya lebih dalam lagi, mencapai 64,32%.

Kalau ditarik ke awal tahun, peta kerugiannya makin jelas. Dari harga Rp4.830 di awal 2026, SHIP jatuh ke Rp1.395 sebelum suspensi pada 9 Juni 2026. Artinya, penurunan sepanjang tahun mencapai 71,12%.

Angka-angka ini penting bagi investor ritel. Soalnya, saham yang turun sedalam itu biasanya memicu dua reaksi berlawanan: sebagian pelaku pasar buru-buru mencari harga murah, sementara yang lain memilih menjauh dulu karena volatilitasnya tinggi. Begitu suspensi dicabut, dua sentimen itu langsung bertemu di layar perdagangan.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda