Selasa, 23 Juni 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

All New Nissan Evalia Adopsi Teknologi PHEV dan Diluncurkan Akhir T…

Nissan Evalia PHEV dengan desain baru dan teknologi hybrid
Nissan Evalia PHEV dikabarkan meluncur di Tiongkok akhir tahun, membawa mesin plug-in hybrid, desain baru, dan target pasar vanlife. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Nissan Evalia PHEV disebut akan meluncur pada kuartal keempat tahun ini di Tiongkok, membawa format van familiar yang kini mendapat mesin plug-in hybrid dan wajah baru. Model yang di sana juga dikenal sebagai NV200 itu disiapkan Zhengzhou Nissan, anak usaha Dongfeng Motor Group, untuk menyasar pasar vanlife yang sedang tumbuh.

Nama Evalia mungkin sudah lama hilang dari jalanan Indonesia. Tapi di Tiongkok, mobil ini belum tamat. Justru masuk babak baru: desainnya disegarkan, teknologinya diperbarui, dan posisinya diarahkan sebagai MPV PHEV berkarakter ringan untuk kebutuhan rekreasi, perjalanan jauh, sampai aktivitas harian yang butuh ruang kabin lega.

Nissan Evalia PHEV dan arah pasar vanlife Tiongkok

Informasi ini dikutip dari Carnewschina, yang menyebut Zhengzhou Nissan tengah menyiapkan peluncuran resmi pada kuartal keempat tahun ini. Bagi pasar Tiongkok, langkah itu menarik karena mobil semacam ini tidak lagi sekadar van keluarga. Ia juga dibaca sebagai kendaraan gaya hidup.

Vanlife sendiri berkembang cepat di sana. Konsumen muda mulai mencari mobil yang bisa dipakai kerja pada hari biasa, lalu berubah fungsi jadi kendaraan perjalanan saat akhir pekan. Ruang kabin, pintu geser, dan efisiensi bahan bakar jadi paket yang sulit ditolak. Di titik ini, Nissan Evalia PHEV masuk dengan posisi yang cukup pas.

Karena membawa label plug-in hybrid, mobil ini menawarkan dua karakter sekaligus. Di rute pendek, pengguna bisa memanfaatkan mode listrik. Saat perjalanan lebih panjang, mesin bensin mengambil alih. Untuk konsumen yang ingin praktis tanpa terlalu tergantung pada stasiun pengisian, kombinasi ini terasa relevan.

Desain tetap membawa DNA Evalia lama

Foto-foto terbaru yang beredar memperlihatkan arah desain yang masih mengingatkan pada Evalia lawas. Siluet bodinya tetap kotak, pintu geser masih dipertahankan, dan bagian belakang tidak berubah drastis. Tapi detailnya tak dibiarkan mentah.

Bagian fascia kini tampil lebih modern dengan lampu berwajah futuristis. Handle pintu depan dan pintu geser juga mendapat pembaruan. Tuas pintu dibuat horizontal, memberi kesan lebih rapi ketimbang model lama. Di belakang, pola dasar masih sama, meski lampunya dibikin segar.

Ini penting. Produsen tampaknya tidak ingin menghapus identitas Evalia. Mereka hanya merapikannya agar cocok dengan selera pasar baru. Langkah seperti ini kerap dipakai pabrikan yang ingin menjaga jejak model lama, tapi tetap terlihat segar di mata konsumen muda.

Spesifikasi Nissan Evalia PHEV mengacu pada sedan N6

Sumber dari Tiongkok menyebut powertrain Nissan Evalia PHEV akan mengacu pada sedan N6 yang lebih dulu hadir. Mesin bensinnya berkapasitas 1.500 cc dengan tenaga 101 hp, lalu dipadukan motor listrik yang sanggup menyemburkan daya hingga 208 hp. Baterainya memakai jenis LFP berkapasitas 21,1 kWh.

Kalau menengok performa N6, sedan itu mampu melaju dalam mode EV sejauh 180 km. Untuk Evalia versi baru, daya jelajah listriknya disebut kemungkinan sedikit dipangkas. Tidak ada penjelasan rinci soal alasan pengurangan itu, jadi pembaca belum bisa menganggap angka 180 km sebagai patokan final untuk van ini.

Suspensinya juga disebut mengacu pada N6, dengan MacPherson strut di depan dan torsion bar di belakang. Meski dipromosikan sebagai MPV off-road ringan, sumber yang sama menyebut N200 belum tentu memakai penggerak AWD. Artinya, karakter “off-road” di sini tampaknya lebih dekat ke kemampuan melintasi jalan jelek ringan, bukan mobil jelajah medan berat.

Opsi mesin lain dan peluang harga di pasar

Masih dari sumber yang sama, ada spekulasi bahwa Zhengzhou Nissan juga menyiapkan opsi lain. Untuk varian ICE murni, kemungkinan ada mesin 2.000 cc. Sementara versi e-power disebut memakai mesin 1.200 cc. Opsi ini memberi ruang bagi konsumen yang belum ingin pindah penuh ke plug-in hybrid.

Soal harga, pabrikan belum membuka banderol resmi. Namun ada dugaan harganya akan mirip dengan model sebelumnya. Kalau pun berubah, disebut tidak akan terlalu jauh. Sebagai pembanding, model terdahulu dijual di rentang 79.800–127.800 yuan, atau sekitar Rp 210 jutaan hingga Rp 336 jutaan.

Di pasar seperti Tiongkok, angka itu cukup kompetitif untuk kendaraan multifungsi berteknologi elektrifikasi. Bila harga benar dijaga mendekati model lama, Nissan Evalia PHEV berpeluang menarik pembeli yang ingin kabin besar tanpa mengorbankan efisiensi. Buat pasar vanlife, itu kombinasi yang sulit diabaikan.

Untuk Indonesia, kabar ini lebih banyak berfungsi sebagai pengingat bahwa nama Evalia belum benar-benar hilang dari peta global Nissan. Di sini, mobil itu sudah lama tak terdengar. Tapi di Tiongkok, ia sedang diberi napas baru, dengan wajah yang lebih modern dan teknologi yang jauh lebih relevan dibanding generasi lamanya.

Ringkasan singkat:

1. Nissan Evalia PHEV dikabarkan meluncur di Tiongkok pada kuartal keempat tahun ini.
2. Model baru mengusung mesin plug-in hybrid, desain yang disegarkan, dan target pasar vanlife.
3. Harga resmi belum diumumkan, tetapi diperkirakan tidak jauh dari model lama.

FAQ singkat:

Apa itu Nissan Evalia PHEV? Ini versi baru Evalia/NV200 untuk pasar Tiongkok dengan teknologi plug-in hybrid.

Kapan diluncurkan? Kabarnya pada kuartal keempat tahun ini.

Berapa harganya? Belum diumumkan. Model sebelumnya berada di kisaran 79.800–127.800 yuan.

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda