MADRID — Tim nasional Arab Saudi babak belur setelah menelan kekalahan telak dari Spanyol dengan skor 4-0 pada laga kedua fase grup Piala Dunia 2026. Hasil minor pada Kamis dini hari WIB tersebut langsung memicu gelombang kemarahan luar biasa dari para pendukung Al-Akhdar yang kecewa berat melihat performa loyo tim kesayangan mereka sepanjang sembilan puluh menit laga berjalan di Stadion Metropolitano, Madrid.
Kritik tajam dari publik Riyadh hingga Jeddah langsung mengarah kepada pelatih kepala asal Yunani, Georgios Donis. Keputusannya dalam menyusun strategi dinilai gagal total mengimbangi permainan cepat Spanyol yang dimotori para gelandang kreatif mereka. Tidak hanya pelatih, para pemain di lapangan juga menjadi sasaran kekesalan suporter karena tampil tanpa determinasi tinggi dan kerap melakukan kesalahan elementer.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Sembilan Puluh Menit yang Menyiksa di Lapangan
Sejak peluit pertama berbunyi, skuad Green Falcons langsung tertekan hebat oleh permainan *high pressing* yang diterapkan La Roja. Permainan mengalir yang sempat mereka tunjukkan saat menahan imbang Uruguay pada laga pertama mendadak hilang tak berbekas. Arab Saudi kalah kelas di setiap lini permainan.
Arab Saudi bahkan gagal menciptakan satu pun tembakan tepat sasaran (*shot on target*) ke gawang tim Matador sepanjang laga. Statistik duel satu lawan satu menunjukkan dominasi mutlak Spanyol yang memenangi 65 persen perebutan bola di area tengah. Lini tengah Al-Akhdar kerap kehilangan bola dengan mudah saat mencoba melakukan *build-up* dari lini belakang.
Situasi taktis ini diperparah oleh koordinasi pertahanan yang kacau. Empat gol Spanyol yang masing-masing dicetak oleh Alvaro Morata (menit ke-18), Nico Williams (34′), Dani Olmo (57′), dan penalti di masa *injury time* babak kedua oleh Mikel Oyarzabal menjadi bukti rapuhnya tembok pertahanan Arab Saudi. Donis sempat mencoba memasukkan dua gelandang bertipe defensif pada awal babak kedua, namun perubahan tersebut tidak mampu menghentikan gelombang serangan lawan.
Kemarahan Suporter dan Memori Pahit Roberto Mancini
Di tengah badai kritik yang membanjiri media sosial, para pendukung Arab Saudi mulai mengungkit kembali memori masa lalu. Menariknya, mereka ramai-ramai membahas pernyataan lawas bek senior Ali Al-Bulaihi mengenai mantan arsitek timnas asal Italia, Roberto Mancini. Hubungan Mancini dengan skuad memang sempat memanas sebelum akhirnya sang pelatih didepak dari kursi kepelatihan.
Al-Bulaihi dulu pernah membocorkan perlakuan Mancini di ruang ganti yang dikenal sangat disiplin dan tanpa kompromi. Pelatih yang membawa Italia menjuarai Euro 2020 itu sering melontarkan kritik sangat pedas kepada para pemain Arab Saudi semasa menjabat.
“Mancini bahkan pernah berkata langsung kepada kami bahwa kami tidak mengerti sepak bola dan tidak menguasai hal-hal mendasar dalam permainan ini,” ujar Al-Bulaihi dalam wawancara lawas yang kini kembali viral di platform X.
| Statistik Pertandingan | Spanyol | Arab Saudi |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 72% | 28% |
| Total Tembakan | 19 | 3 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 9 | 0 |
| Akurasi Operan | 91% | 74% |

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.