JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Harga BBM non-subsidi Pertamina di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua pada Selasa 23 Juni 2026 lebih mahal dibanding Jawa, sementara Pertalite dan Biosolar bersubsidi tetap sama di seluruh Indonesia. Perbedaan harga ini berlaku resmi di ribuan SPBU Pertamina yang tersebar di tiga kawasan timur Indonesia tersebut.
Ini bukan hal baru, tapi berdampak nyata bagi jutaan konsumen. Biaya distribusi yang jauh lebih tinggi karena lewat sungai, laut, bahkan pesawat ditambah pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) tiap provinsi membuat harga non-subsidi seperti Pertamax dan Dexlite otomatis lebih tinggi dari Pulau Jawa.
Harga BBM Kalimantan 23 Juni 2026
Lima provinsi Kalimantan seperti Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, dan Kaltara menggunakan patokan harga yang bervariasi antar daerah. Pertalite RON 90 tetap Rp10.000 per liter, Biosolar CN 48 tetap Rp6.800 per liter. Keduanya tidak berubah karena ditanggung subsidi pemerintah pusat.
Pertamax RON 92 di Kalimantan berada di kisaran Rp12.800–Rp13.200 per liter, lebih mahal Rp500–900 dibanding harga Jawa yang Rp12.300. Kaltim dan Kaltara biasanya mencatat harga tertinggi karena karakteristik wilayah kepulauan dan kebutuhan distribusi tambang. Kalsel dan Kalbar relatif lebih murah dalam rentang itu.
Dexlite CN 51 dan Pertamina Dex CN 53 mengalami penurunan harga pada Juni 2026 dibanding Mei lalu, ini kabar baik bagi sektor angkutan dan pertambangan. Pertamax Turbo RON 98 justru naik, mengikuti tren harga minyak global.
| Jenis BBM | Harga Kalimantan | Harga Jawa | Selisih |
|---|---|---|---|
| Pertalite RON 90 | Rp10.000/L | Rp10.000/L | — |
| Biosolar CN 48 | Rp6.800/L | Rp6.800/L | — |
| Pertamax RON 92 | Rp12.800–13.200/L | Rp12.300/L | +Rp500–900 |
| Dexlite CN 51 | Lebih tinggi dari Jawa | — | Turun vs Mei 2026 |
| Pertamax Turbo RON 98 | Tertinggi di wilayah | — | Naik vs Mei 2026 |
Harga BBM Sulawesi 23 Juni 2026
Enam provinsi Sulawesi yakni Sulut, Sulteng, Sulsel, Sulbar, Sultra, dan Gorontalo juga menanggung biaya distribusi laut antar pulau yang signifikan. Hasilnya, Pertamax di wilayah ini berkisar Rp12.900–Rp13.300 per liter, atau lebih mahal Rp600–1.000 dari Jawa.
Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara biasanya mencatat harga tertinggi di kawasan ini. Jarak distribusi dari kilang utama dan frekuensi pengiriman laut yang terbatas jadi faktor utama. Untuk Dexlite dan Pertamina Dex, harga final di Makassar atau Manado lazimnya di atas Rp13.500 per liter meski sudah turun dari Mei 2026.
Pertalite dan Biosolar? Sama persis: Rp10.000 dan Rp6.800. Subsidi negara menutup selisih ongkos distribusi agar harga tidak memberatkan masyarakat kecil.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.