Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Kiprah Emma Raducanu di Wimbledon 2026 Menanti Pembuktian

Aksi Emma Raducanu di Wimbledon 2026 bersiap menghadapi turnamen Grand Slam
Emma Raducanu di Wimbledon 2026 siap unjuk gigi setelah tampil impresif di turnamen pemanasan Queen's Club bersama pelatih lamanya, Andrew Richardson. (Ilustrasi: AI)

LONDON — Petenis tunggal putri andalan tuan rumah, Emma Raducanu, bersiap menggebrak lapangan rumput All England Club dengan optimisme baru. Keberhasilan menembus babak final HSBC Championships di Queen’s Club menjadi modal berharga bagi juara US Open 2021 ini untuk berbicara banyak di turnamen Grand Slam Wimbledon 2026. Menempati posisi unggulan ke-30, harapan publik Inggris kini membubung tinggi melihat kebangkitan sang petenis.

Langkah Raducanu di turnamen pemanasan Queen’s Club lalu merupakan pencapaian terjauhnya di turnamen tur WTA sejak kemenangan sensasionalnya di New York lima tahun silam. Raducanu menyajikan permainan agresif yang bebas dan penuh percaya diri. Ia melaju mulus tanpa kehilangan satu set pun, sebelum akhirnya takluk dalam pertarungan sengit tiga set melawan Donna Vekic pada partai puncak.

Kebangkitan Fisik dan Mental Sang Bintang

Perjalanan Raducanu sepanjang paruh pertama musim 2026 tidaklah mudah. Petenis berusia 23 tahun ini sempat didera penyakit pasca-viral yang parah. Kondisi tersebut memaksanya absen di sejumlah turnamen besar seperti Miami, Madrid, hingga Rome Open. Ia bahkan sempat terpuruk akibat tersingkir di babak pertama French Open saat kalah dari petenis Argentina, Solana Sierra.

“Saya merasa ini adalah batu loncatan yang sangat bagus,” ujar Raducanu seperti dilaporkan Sky Sports setelah mengalahkan Anna Blinkova di babak pembuka Queen’s Club. “Bagaimana saya bergerak, mengekspresikan diri, dan menikmati permainan di lapangan adalah paket lengkap yang ingin saya bawa sepanjang musim lapangan rumput ini.”

Ia menegaskan ada aura berbeda yang ia bawa kali ini. Sambil tersenyum lebar, ia menyebut dirinya sebagai ‘Emma Baru’ yang telah memetik banyak pelajaran berharga dari pasang surut kariernya yang fluktuatif selama beberapa tahun terakhir.

Reuni Taktis dengan Andrew Richardson

Kunci stabilitas permainan Raducanu saat ini diyakini berkat keputusannya kembali bekerja sama dengan pelatih Andrew Richardson. Sosok bertubuh jangkung yang akrab disapa “Flex” ini merupakan arsitek di balik kesuksesan Raducanu merengkuh trofi US Open saat berstatus pemain kualifikasi. Reuni yang terjalin sejak Mei lalu ini dipastikan akan berlanjut hingga akhir musim.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda