LONDON — Dua petenis andalan Inggris tumbang bahkan sebelum Wimbledon 2025 benar-benar berjalan. Emma Raducanu mundur karena fraktur stres, Jack Draper menyusul dengan cedera lengan yang kembali kambuh — dan harapan tuan rumah pun runtuh di hari pertama.
Draper tidak menyembunyikan kekecewaannya. Setelah memaksa diri bertahan di lapangan selama dua set melawan Aleksandar Vukic dari Australia, petenis berperingkat 12 dunia itu akhirnya menyerah di set ketiga. Lengannya tidak bisa diajak kompromi. “Saya sudah mencoba,” katanya singkat kepada wartawan seusai laga, suaranya berat. “Tapi tubuh punya batasnya sendiri.”
Ini bukan kali pertama Draper dikhianati kondisi fisiknya. Sepanjang 2025, petenis 23 tahun asal London itu kerap keluar-masuk jadwal turnamen karena masalah kesehatan yang berulang. Padahal sebelum musim rumput dimulai, ia masuk dalam daftar pendek kandidat juara versi banyak analis tenis Eropa — rekor di lapangan rumput musim ini terbilang solid.
Raducanu: Fraktur Stres yang Tidak Bisa Ditawar
Lebih awal lagi, Emma Raducanu mengumumkan pengunduran dirinya. Bukan karena enggan bertanding di hadapan penonton kandang, tapi karena fraktur stres — cedera tulang akibat tekanan berulang yang butuh istirahat total. Tidak ada pilihan lain.
Raducanu sudah lama berjuang melawan persoalan fisik sejak meledak di US Open 2021. Kemenangan dramatis di Flushing Meadows empat tahun lalu justru membawa beban ekspektasi yang luar biasa berat — dan tubuhnya menanggung harganya. Operasi pergelangan tangan, masalah punggung, kini fraktur stres. Bagi petenis 22 tahun itu, Wimbledon tahun ini mestinya menjadi momen pembuktian di hadapan publik sendiri. Urung sudah.
Kehilangan Raducanu bukan sekadar kehilangan nama besar. Dia adalah satu dari sedikit petenis Inggris yang punya rekam jejak nyata di level Grand Slam. Kehadiran namanya di undian selalu mendongkrak animo penonton lokal — tiket di pekan pertama biasanya lebih cepat habis kalau Raducanu masuk jadwal Court One.
Mengapa Ini Pukulan Besar bagi Wimbledon 2025
Bayangkan Piala Dunia tanpa pemain bintang tuan rumah sejak babak pertama. Sensasinya mirip. Wimbledon menjual bukan hanya tenis berkelas dunia, tapi juga narasi — dan narasi paling laku selalu melibatkan jagoan lokal yang bertarung di hadapan ribuan pendukungnya di SW19.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.