Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Wimbledon 2025: AI Baca Wajah Fans, Inggris Kena Badai Cedera

Wimbledon 2025
Emma Raducanu. (Ilustrasi: AI)

Di bagian putri, Iga Świątek dan Aryna Sabalenka tetap jadi unggulan utama. Tapi tanpa Raducanu, sorak-sorai di Centre Court dipastikan akan berbeda bunyinya. Penonton Inggris tetap akan datang — tapi tanpa satu nama untuk benar-benar diperjuangkan bersama.

Cameron Norrie, yang masuk lewat wild card, kini menjadi satu-satunya petenis Inggris yang punya peluang realistis membuat perjalanan panjang di turnamen. Tapi ekspektasi kepadanya jauh lebih rendah dibanding Draper.

Apa Selanjutnya untuk Draper dan Raducanu?

Mundur dari Wimbledon bukan akhir, tapi memang menyakitkan. Draper kabarnya akan menjalani evaluasi medis menyeluruh sebelum memutuskan apakah ia akan turun di turnamen rumput berikutnya atau langsung fokus pemulihan untuk musim keras. Raducanu, dengan diagnosis fraktur stres, kemungkinan besar butuh istirahat setidaknya enam sampai delapan minggu — artinya US Open di akhir Agustus masih tanda tanya besar.

Yang pasti, keduanya masih muda. Draper punya potensi yang belum habis. Raducanu pernah membuktikan diri sanggup menang Grand Slam dari kualifikasi — itu bukan keberuntungan semata. Wimbledon 2025 mungkin harus dilewati, tapi cerita mereka belum selesai.

Pertanyaannya sekarang: apakah sistem pendukung di sekitar mereka — tim pelatih, program medis, manajemen jadwal — cukup cerdas untuk memastikan tubuh dua petenis berbakat ini tidak kembali dikorbankan oleh kalender yang tidak pernah benar-benar berhenti berputar.

Halaman:123Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda