JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Portugal wajib menang. Setelah imbang 1-1 lawan DR Congo di laga pembuka, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan menghadapi Uzbekistan pada Rabu 24 Juni 2026 pukul 00.00 WIB di NRG Stadium, Houston, Texas laga Grup K Piala Dunia 2026 yang tak boleh mereka sia-siakan.
Hasil imbang di laga pertama membuat Portugal kini duduk di peringkat tiga Grup K dengan satu poin, kalah selisih kartu kuning dari DR Congo. Artinya, tekanan sangat nyata. Kalah atau seri lagi, peluang lolos Portugal mulai goyah.
Portugal: Banyak Sentuh Bola, Tapi Tumpul
Angkanya mencolok. Portugal menguasai 75 persen bola dan melancarkan 783 umpan sukses kontra DR Congo tapi hanya menghasilkan tujuh tembakan dengan satu yang tepat sasaran. Joao Neves membuka skor di menit keenam, lalu Yoane Wissa menyamakan kedudukan menjelang turun minum. Dominasi tanpa efektivitas.
Ronaldo menjadi simbol masalah itu. Main penuh 90 menit, tapi hanya mencatatkan 25 sentuhan bola paling sedikit dalam 43 laga major tournament yang ia mainkan minimal 70 menit. Belum satu pun gol di Piala Dunia 2026.
Pelatih Roberto Martinez kemungkinan besar mempertahankan formasi 4-2-3-1. Joao Neves dan Vitinha sebagai double pivot, Bruno Fernandes di posisi nomor 10, Pedro Neto dan Francisco Conceicao di sayap, serta Ronaldo sebagai ujung tombak. Kabar baiknya: Ruben Dias diprediksi sudah bisa starter setelah pulih dari cedera.
Vitinha sendiri mencatat rekor tersendiri yakni 121 umpan sukses kontra DR Congo, angka terbanyak yang pernah dibukukan pemain Portugal dalam satu laga Piala Dunia. Tapi umpan banyak tak berarti banyak jika penyelesaian akhir tetap mandul.
Uzbekistan: Debutan yang Tak Mau Sekadar Hadir
Uzbekistan kalah 3-1 dari Kolombia di laga pertama. Tapi mereka tak sekadar datang untuk kalah. Abbosbek Fayzullaev mencetak gol di menit ke-60 dan gol pertama Uzbekistan sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia. Sebuah tonggak.
“Kami terlalu nervous di babak pertama, terlalu fokus bertahan,” kata pelatih Fabio Cannavaro seusai laga.
“Tapi babak kedua kami punya peluang. Itu membuktikan kami bisa menyulitkan siapa pun.” imbuhnya.
Cannavaro, mantan kapten Italia juara dunia 2006, membangun Uzbekistan dengan formasi 3-5-2. Back three Ashurmatov-Khusanov-Abdullaev menjadi fondasi, dengan dua sayap Karimov dan Nasrullaev aktif membantu serangan. Di depan, duet Sherzod Urunov dan Eldor Shomurodov. Satu catatan: Ashurmatov masih diragukan tampil karena cedera betis.
Statistik xG (expected goals) Uzbekistan lawan Kolombia mencapai 1,16, sebuah angka tertinggi untuk tim debutan Asia sejak Kuwait di Piala Dunia 1982. Mereka bukan tim yang hanya datang untuk terima gol.
Tapi realitanya keras. Uzbekistan hanya sekali menang dari 23 pertemuan melawan tim-tim UEFA 2-0 atas Kazakhstan pada 2022. Lawan Portugal jelas beda level.
Pertemuan Pertama dalam Sejarah
Portugal dan Uzbekistan belum pernah berhadapan sebelumnya. Tak ada data head-to-head yang bisa dijadikan acuan.
Yang ada adalah catatan Portugal kontra tim-tim AFC: imbang 1-1 lawan Iran di Piala Dunia 2018, lalu kalah 1-2 dari Korea Selatan pada 2022. Dua laga terakhir melawan tim Asia, Portugal tak menang. Fakta itu tentu jadi bahan bakar motivasi Uzbekistan.
Dari sisi odds, Portugal difavoritkan sangat dominan. Opta memberi Portugal probabilitas kemenangan 78 persen, seri 14,1 persen, dan Uzbekistan hanya 8 persen. Namun di lapangan, angka probabilitas tak selalu bicara.
Kunci Taktik: Blok Rapat vs Kreativitas Bruno
Portugal hampir pasti kembali menguasai bola. Pertanyaannya satu: bisa tajam tidak kali ini?
Uzbekistan diprediksi memasang low block dengan tiga bek dan lini tengah yang disiplin menutup ruang di depan kotak penalti. Andalannya transisi cepat lewat Fayzullaev dan Shomurodov begitu bola direbut. Strategi klasik tim underdog yakni bertahan ketat, tunggu celah.
Kunci Portugal ada di Bruno Fernandes. Kreativitas dia dalam membuka ruang, ditambah overlap aktif Joao Cancelo dan Nuno Mendes dari sisi sayap, bisa jadi cara paling efektif membobol blok rapat Uzbekistan. Bola mati juga perlu diperhatikan karena Portugal punya ancaman set-piece, tapi Uzbekistan juga berbahaya dari situasi serupa.
NRG Stadium berkapasitas 72.220 penonton. Atap tertutup, jadi faktor cuaca panas Houston tidak berlaku karena kondisi lapangan netral untuk kedua tim.
Prediksi dan Proyeksi Skor
Portugal butuh kemenangan. Kualitas individu mereka jauh di atas Uzbekistan tapi kalau tumpul lagi seperti lawan DR Congo, set-piece atau satu serangan balik bisa jadi malapetaka.
Prediksi: Portugal 2-1 Uzbekistan. Ronaldo diprediksi akhirnya membuka rekening gol di turnamen ini. Tapi Uzbekistan tetap punya satu gol dan mereka cukup berani dan terorganisir untuk itu. Portugal idealnya menang dengan selisih lebih dari dua gol agar posisi di klasemen lebih aman.
Kalau Uzbekistan menang, peluang lolos mereka ke babak 32 besar naik signifikan dari angka 23,7 persen.
Jadwal Siaran dan Streaming
| Platform | Keterangan |
|---|---|
| FOX / Telemundo | TV Amerika Serikat |
| FOX One / Fubo / Peacock | Streaming AS |
| ITV1 + ITVX | UK, kick-off 18.00 BST |
FAQ Singkat
Jam berapa Portugal vs Uzbekistan tayang? Rabu 24 Juni 2026 pukul 00.00 WIB (Selasa 23 Juni 13.00 ET).
Ronaldo sudah cetak gol di Piala Dunia 2026? Belum. Main penuh 90 menit lawan DR Congo tanpa gol, hanya 25 sentuhan bola.
Uzbekistan lolos kalau menang? Belum pasti langsung lolos, tapi peluang ke babak 32 besar naik drastis dari 23,7 persen.
Untuk jadwal lengkap, skor real-time, analisis, dan berita terbaru Piala Dunia 2026, kunjungi JournalArta Special Event Piala Dunia 2026.
π Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.