Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

9 Tips Irit BBM Motor Matic di Kemacetan 2026: 1 Liter Tembus 50km

Irit BBM Motor Matic di Kemacetan 2026: 1 Liter Tembus 50km
Ilustrasi pengendara motor di kemacetan kota. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Motor matic bisa habis Pertalite Rp37.500 sehari hanya untuk 150 km di kemacetan kota, tapi angka itu bisa dipangkas hampir Rp200.000 per bulan dengan sembilan langkah yang tidak butuh modal besar. Di tengah harga Pertalite Rp10.000 per liter dan jalanan Jakarta, Surabaya, Bandung, serta Palembang yang makin padat di 2026, efisiensi bahan bakar bukan sekadar soal hemat, tapi soal napas keuangan ojol, kurir, dan karyawan yang mengandalkan Beat, Vario, Nmax, atau Aerox setiap hari.

Motor matic injeksi dalam kondisi normal sebenarnya cukup irit. Honda Beat tembus 60 km/liter, Vario 125 sekitar 51 km/liter, Nmax 42 km/liter. Tapi begitu masuk kemacetan stop-and-go, konsumsi bisa jeblok ke 35–45 km/liter. Selisihnya? Sampai 15 km/liter, atau setara Rp15.000 lebih boros per 100 km.

Penyebab utamanya ada di cara kerja CVT atau transmisi otomatis motor matic. Sistem ini paling lapar BBM saat tarikan awal dan saat rpm tidak stabil. Kabar baiknya, itu bisa dikendalikan.

Tips 1–4: Gaya Berkendara yang Langsung Menghemat

Gas diurut, jangan sentak. Ini paling krusial. CVT bekerja lewat pergerakan roller yang mengatur rasio transmisi. Sentak gas tiba-tiba membuat roller terlontar tanpa efisiensi dan BBM langsung kebuang. Biasakan akselerasi pelan dari 0 sampai 20 km/jam, rasakan motor merespons baru naikkan gas.

Kalau motor kamu Honda Beat, Vario, atau Scoopy terbaru, aktifkan Idling Stop System (ISS). Fitur ini mematikan mesin otomatis setelah berhenti tiga detik. Di lampu merah panjang, penghematan bisa 8–12%. Banyak pengendara malah mematikannya karena tidak terbiasa padahal itu kerugian sendiri.

Kecepatan ideal CVT ada di kisaran 30–40 km/jam dengan RPM 4.000–5.000. Di kecepatan itu transmisi bekerja paling efisien. Kalau macet merayap dan memungkinkan, pertahankan di rentang itu daripada terus berhenti-jalan.

Tekanan ban sering diabaikan. Ban kempes 5 psi saja sudah bikin konsumsi naik 5%. Patokan standar: 29 psi depan, 33 psi belakang. Kalau boncengan atau bawa barang bawaan berat, tekanan belakang naikkan ke 33–35 psi. Cek tiap minggu dan isi gratis di pom bensin.

Tips 5–9: Perawatan dan Kebiasaan yang Sering Dilewatkan

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda