Kebuntuan yang tampak mustahil dipecahkan itu akhirnya runtuh pada menit ke-76. Berawal dari skema serangan balik yang rapi, bek sayap Crystal Palace, Daniel Munoz, melakukan tusukan over-lap ke dalam kotak penalti. Munoz melepaskan tembakan spekulasi keras yang sempat membentur pemain bertahan DR Congo.
Defleksi tersebut membuat bola berbelok arah secara ekstrem. Lionel Mpasi yang sudah bergerak mengantisipasi arah awal tembakan hanya bisa pasrah melihat gawangnya bobol. Gol. Skor 1-0 memicu gemuruh suporter Kolombia yang memadati stadion.
Tabel berikut menunjukkan dominasi mutlak armada Los Cafeteros sepanjang 90 menit laga di Guadalajara:
| Statistik Pertandingan | Kolombia | DR Congo |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 64% | 36% |
| Total Tembakan (Akurat) | 20 (8) | 5 (1) |
| Sepakan Pojok | 9 | 2 |
| Penyelamatan Kiper | 1 | 7 |
Sejarah Berulang dan Skenario Fase Gugur
Skor 1-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga usai. Ini merupakan kali kedua dalam sejarah keikutsertaan Kolombia di Piala Dunia di mana mereka berhasil memenangi dua laga pembuka fase grup. Catatan impresif ini menyamai rekor emas edisi 2014 di Brasil saat mereka melaju hingga babak perempat final sebelum dihentikan tuan rumah.
Bagi DR Congo, meski menelan kekalahan tipis, peluang mereka untuk lolos belum sepenuhnya tertutup rapat. Mereka hanya butuh kemenangan atas Uzbekistan di laga pamungkas untuk mengamankan tiket ke fase gugur.
Skenario menarik bahkan menanti di babak 32 besar nanti. DR Congo berpotensi menantang tim raksasa Inggris arahan Thomas Tuchel jika mereka mampu lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik grup. Kolombia kini tinggal menjaga kebugaran pemain kunci menyongsong babak gugur yang dipastikan berjalan jauh lebih brutal.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.