JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Tecno Camon Slim resmi meluncur global pada 22 Juni 2026. HP ini menawarkan kombinasi yang jarang ada: bodi setipis 6,39mm tapi baterai 5600mAh dengan sertifikasi tahan air IP69. Dua hal yang biasanya saling bertolak belakang.
Buat pembaca yang lagi cari HP tipis tapi nggak rela kompromi soal daya tahan baterai, ini layak dilirik. Journalarta merangkum review lengkapnya: desain, layar, performa, kamera, baterai, sampai kekurangan riil yang perlu kamu tahu sebelum beli.
Desain: Setipis 6,39mm, Tahan Air IP69
Dimensinya 162,8 x 77,7 x 6,39mm. Tecno belum menyebut bobotnya, tapi dengan bodi setipis itu logikanya ringan.
Inilah HP paling tipis tahun 2026 yang membawa baterai 5600mAh. Bandingkan dengan iPhone 16 Pro yang setebal 8,25mm namun baterainya cuma 3582mAh. Camon Slim 2mm lebih tipis, tapi kapasitas baterainya 55 persen lebih besar.
Bodinya unibody 3D curved dan simetris. Modul kamera berbentuk “runway” mengikuti lengkungan bodi, jadi tidak menonjol aneh. Yang bikin berani: sertifikasi IP69 plus IP68. IP69 artinya tahan semprotan air panas bertekanan tinggi. HP tipis biasanya cuma IP54. Cocok buat yang sering kena hujan atau grease.
Ada lima varian warna. New Mondrian memakai teknologi photochromic, kena sinar UV bodinya keluar warna kuning, hijau, dan cyan ala lukisan Mondrian. Lalu Prism Black dan Jungle Green dengan pola 3D crystal diamond, Van Gogh Blue bermotif Starry Night, serta Burgundy Red solid premium.
Di modul kamera tertanam panel 354 mini LED alias Mood Light. Ada 55 scene, mulai animasi notifikasi sampai pola charging, bahkan bisa dikustom jadi gambar mata kedip atau senyum. Gimmick? Iya. Tapi tetap fungsional.
Konsekuensi bodi tipis: lebih rentan bengkok kalau ceroboh. Wajib pakai case. Port USB-C ditaruh di tengah biar seimbang.
Layar dan Performa
Layarnya 6,78 inci AMOLED resolusi 1224 x 2720 piksel atau 1.5K, kerapatan sekitar 440 ppi. Refresh rate 144Hz adaptive. Kamera depan ditaruh di punch hole kecil di tengah.
Spesifikasi layar ini kelas flagship. Kombinasi 1.5K dan 144Hz biasanya baru ada di HP 6-8 jutaan. Scroll Instagram dan TikTok terasa halus, nonton YouTube 2K tajam. Bezelnya tipis. Soal proteksi, Tecno belum menyebut seri Gorilla Glass-nya, tapi merujuk Spark 40 Pro yang pakai GG7i, kemungkinan Camon Slim sama.
Dapur pacunya MediaTek Helio G200 Ultimate, fabrikasi 6nm β refresh dari Helio G99/G100. RAM 8GB LPDDR4X, storage 128GB atau 256GB UFS 2.2, dengan dukungan RAM virtual hingga 24GB. Sistemnya Android 16 berbalut HiOS 16.2.
Skor Geekbench-nya single-core 997 dan multi-core 2950, mirip Snapdragon 778G. Untuk pemakaian harian β WhatsApp, Instagram, YouTube, Shopee β lancar. Mobile Legends 60fps stabil rata kanan. Genshin Impact medium di 30-40fps. PUBG mulus extreme. Panas? Wajar, pendinginan bodi tipis memang terbatas.
HiOS 16.2 juga membawa fitur AI praktis seperti AI Call Assistant, AI Writing, dan Circle to Search. Tapi catat: ini bukan chipset gaming kencang. Kalau ngejar Genshin 60fps stabil, mending pilih Dimensity 7300 atau 9300+. G200 sengaja fokus efisiensi demi mengawetkan baterai 5600mAh.
Kamera: Cuma Satu di Belakang
Kamera belakangnya tunggal: 50MP sensor Sony LYTIA 600 berukuran 1/2 inci, bukaan f/1.6, lengkap dengan flicker sensor. Tidak ada ultrawide, tidak ada makro. Murni satu lensa dengan konsep “FlashSnap” yang Tecno sebut sebagai “practical AI”.
Hasil foto siang detailnya bagus, dynamic range oke, warna natural. Resolusi 50MP memungkinkan crop 2x masih tajam. Malam hari mengandalkan mode Super Night AI; noise terkontrol, tapi detail belum setajam flagship 50MP sensor 1/1,56 inci. Video maksimal 2K 30fps dengan stabilisasi EIS. Kamera depannya 32MP.
Kekurangan terbesar jelas: cuma satu kamera belakang. Tidak ada ultrawide untuk foto ramai-ramai atau lanskap. Buat tim ultrawide, ini minus serius.
Baterai dan Charging
Baterai 5600mAh rated, dan Tecno mengklaim daya tahan hingga 5 tahun dengan degradasi minimal. Pengisiannya 60W Ultra Charge, charger U600TSA sudah satu paket di kotak. Dari 0 ke 50 persen sekitar 25 menit, penuh sekitar 55 menit.
Fitur pelengkapnya cukup lengkap: dual speaker Dolby Atmos, NFC, IR Blaster, dan fingerprint di bawah layar. Menjejalkan baterai 5600mAh ke bodi 6,39mm jelas hasil rekayasa serius. Pemakaian normal tembus 1,5 hari, gaming 5-6 jam screen on time.
Sayangnya tidak ada wireless charging. Padahal Spark 40 Pro+ seharga Rp2,9 juta sudah punya wireless 30W. Kemungkinan dikorbankan demi bodi tipis.
Kesimpulan: Worth It Buat Siapa?
Tecno Camon Slim bukan HP yang punya semuanya. Ini HP “statement”: tipis, stylish, baterai badak. Cocok buat yang mau perangkat beda dari kebanyakan, dengan layar 1.5K 144Hz dan baterai awet, asal tidak ngotot soal kamera ultrawide.
Kurang cocok untuk mobile gamer hardcore, content creator yang butuh ultrawide, atau penggemar wireless charging. Kekurangan lain: storage masih UFS 2.2, bukan UFS 3.1.
Soal harga, versi global belum diumumkan. Di India beredar rumor βΉ22.999 atau sekitar Rp4,4 jutaan, namun masih berstatus “Coming Soon”. Tunggu harga resmi dari Tecno Indonesia. Skor review kami 8 dari 10, minus di kamera dan chipset, plus di desain, baterai, dan layar.
FAQ Tecno Camon Slim
Tebalnya berapa? 6,39mm, dengan sertifikasi IP69 dan IP68.
Baterainya berapa? 5600mAh, charging 60W.
Ada ultrawide? Tidak. Cuma satu kamera belakang 50MP.
Chipsetnya apa? MediaTek Helio G200 Ultimate.
Kapan masuk Indonesia? Harga dan jadwal resmi belum diumumkan Tecno Indonesia.
π Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.