Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Swiss Tembok Pertahanan Piala Dunia 2026 Belum Kebobolan

Swiss Tembok Pertahanan Piala Dunia 2026 Belum Kebobolan
Swiss Tembok Pertahanan Piala Dunia 2026. (Ilustrasi: AI)

Pelatih Murat Yakin menerapkan formasi 3-4-2-1 yang sering diinterpretasikan sebagai ‘parkir bus’ modern. Namun, skema ini lebih dari sekadar bertahan pasif. Kunci pertama terletak pada wingback yang memiliki stamina luar biasa. Silvan Widmer dan Ricardo Rodriguez secara rata-rata berlari sekitar 11 kilometer per pertandingan. Mereka cepat kembali bertahan dan juga sigap membantu serangan.

Kunci kedua adalah pergerakan tiga bek tengah yang sangat terkoordinasi. Mereka bergeser layaknya sebuah gesper, tidak memberikan ruang sedikit pun di kotak penalti. Setiap umpan silang lawan selalu berakhir dimentahkan oleh kepala salah satu bek Swiss. Tak hanya itu, Granit Xhaka yang beroperasi sebagai gelandang bertahan dari Bayer Leverkusen, memainkan peran ‘satpam’ yang sangat efektif. Ia sering memotong alur bola lawan sebelum memasuki area berbahaya di depan kotak penalti, meski harus mengorbankan diri dengan satu kartu kuning sejauh ini.

Yann Sommer: Tembok Terakhir di Bawah Mistar

Jika pertahanan lapangan sudah kokoh, masih ada Yann Sommer sebagai tembok terakhir. Kiper berusia 37 tahun ini tampil prima di bawah mistar gawang. Dalam dua pertandingan, Sommer berhasil mencatatkan 6 penyelamatan dan menjaga gawangnya tetap perawan di babak pertama. Ia dikenal jago menepis tendangan penalti serta handal dalam situasi satu lawan satu.

Saat melawan Korea Selatan, Sommer berhasil mementahkan dua peluang emas lawan yang hampir pasti menjadi gol. Meski usianya tak lagi muda, refleksnya masih setajam kiper muda berusia 27 tahun. Pengalamannya tampil di empat edisi Piala Dunia berbeda memberinya ketenangan dan kepemimpinan yang krusial bagi lini belakang Swiss.

Ujian Sesungguhnya: Swiss Hadapi Kanada di Matchday Ketiga

Ujian sebenarnya bagi pertahanan Swiss akan datang di matchday ketiga Grup A, saat mereka menghadapi Kanada pada 25 Juni 2026 pukul 01.00 WIB. Pertandingan ini sangat krusial bagi Kanada yang membutuhkan kemenangan untuk menjaga asa lolos ke babak selanjutnya. Duo striker Kanada, Jonathan David dan Cyle Larin, dikenal sebagai penyerang yang haus gol dan agresif.

Jika Swiss berhasil mempertahankan gawangnya dari kebobolan di babak pertama lagi, mereka akan mencetak rekor baru bagi tim di Piala Dunia. Namun, jika pun harus kebobolan, itu adalah hal yang wajar mengingat Kanada akan bermain lepas setelah kalah telak 5-1 dari Meksiko di laga sebelumnya. Pertandingan ini akan menjadi barometer seberapa kuat mental dan konsistensi pertahanan Swiss.

Pertahanan Swiss Cocok untuk Format 48 Tim

Halaman:123Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda