ARLINGTON β Sejarah besar sepak bola dunia resmi tercipta di tanah Texas. Megabintang Argentina, Lionel Messi, resmi menobatkan diri sebagai top skor sepanjang masa piala dunia setelah memimpin timnya membungkam Austria 2-0 pada laga kedua Grup J Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Arlington, Amerika Serikat, Selasa (23/6/2026) dini hari WIB.
La Pulga memborong dua gol kemenangan Albiceleste pada menit ke-44 dan 90+2. Tambahan dua gol ini membuat koleksi gol Messi di panggung Piala Dunia kini menyentuh angka 18. Catatan fantastis tersebut resmi melampaui rekor legenda Jerman, Miroslav Klose, yang bertahan selama 12 tahun dengan torehan 16 gol.
Drama Penalti dan Mentalitas Juara sang Maestro
Pertandingan di Arlington berjalan tidak mudah bagi sang juara bertahan. Laga baru berjalan 15 menit, Argentina mendapatkan hadiah penalti setelah pelanggaran keras bek Austria di kotak terlarang. Messi yang maju sebagai eksekutor gagal menuntaskan tugasnya. Sepakan mendatarnya ke arah kanan berhasil dibaca dengan sempurna oleh kiper Austria, Patrick Pentz.
Stadion sempat hening. Namun, di sinilah mentalitas juara berbicara. Kegagalan tersebut tidak membuat runtuh mental bertanding sang kapten.
Argentina terus menekan dengan garis pertahanan tinggi. Melalui skema transisi cepat, umpan terobosan terukur dari Alexis Mac Allister berhasil menjangkau Messi di batas kotak penalti. Lewat satu kontrol sentuhan, penyerang gaek berusia 38 tahun itu melepaskan sepakan melengkung kaki kiri khasnya pada menit ke-44. Bola bersarang rendah di sudut kanan gawang Austria. Gol!
Memasuki babak kedua, Austria yang dilatih Ralf Rangnick mencoba keluar menyerang dengan menerapkan *high pressing*. Perubahan ini sempat menyulitkan aliran bola Argentina dari lini belakang. Beruntung, koordinasi pertahanan yang digalang Cristian Romero tampil disiplin meredam serangan fisik Austria.
Saat laga tampak akan berakhir dengan skor tipis, Messi kembali menunjukkan insting pembunuhnya pada masa *injury time* (90+2′). Berawal dari tembakan keras Julian Alvarez yang ditepis tidak sempurna oleh Pentz, Messi berlari cepat menyambar bola muntah di mulut gawang. Skor 2-0 mengunci kemenangan Argentina sekaligus mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen Grup J.
Evolusi Taktis Lionel Scaloni dan Rekor Enam Edisi
Keberhasilan Messi memecahkan rekor ini tidak lepas dari kejelian taktis pelatih Argentina, Lionel Scaloni. Scaloni sadar fisik Messi tidak lagi prima seperti sedekade lalu. Oleh karena itu, ia menerapkan struktur *low block* saat bertahan dan membebaskan Messi dari tugas turun ke belakang.
“Kami bermain untuk membuatnya nyaman. Messi adalah fasilitator sekaligus penyelesai peluang terbaik yang pernah ada di dunia,” ujar Scaloni dalam konferensi pers pascalaga seperti dilansir ESPN.
Taktik ini terbukti sangat efisien. Messi kini juga memimpin daftar pencetak gol terbanyak sementara Piala Dunia 2026 dengan koleksi lima gol dari dua laga awal. Catatan ini menjadi buah konsistensi luar biasa sang pemain yang telah tampil dalam enam edisi Piala Dunia berbeda sejak debutnya di Jerman pada tahun 2006.
| Pemain | Negara | Jumlah Gol | Edisi Piala Dunia |
|---|---|---|---|
| Lionel Messi | Argentina | 18 | 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, 2026 |
| Miroslav Klose | Jerman | 16 | 2002, 2006, 2010, 2014 |
| Ronaldo Nazario | Brasil | 15 | 1994, 1998, 2002, 2006 |
Persaingan Sengit dan Nasib Skuad Grup J
Kemenangan krusial Argentina atas Austria ini membuat peta persaingan di Grup J semakin menarik untuk disimak. Pada laga lainnya yang digelar hampir bersamaan di San Francisco Bay Area Stadium, Aljazair sukses memetik kemenangan perdana mereka setelah menundukkan Yordania dengan skor tipis 2-1.
Yordania sebenarnya sempat mengejutkan publik lewat gol indah sepakan jarak jauh Nizar Al Rashdan pada menit ke-36. Aljazair yang tertinggal di babak pertama melakukan respons taktis cepat selepas jeda.
Masuknya beberapa pemain pengganti meningkatkan intensitas serangan sayap Aljazair. Hasilnya instan. Pada menit ke-69, umpan silang akurat dari bintang senior Riyad Mahrez sukses dikonversi menjadi gol lewat sundulan tajam Nadir Benbouali.
Aljazair akhirnya mengunci tiga poin penting setelah Amine Gouiri mencetak gol kemenangan pada menit ke-82 memanfaatkan kelengahan koordinasi bek tengah Yordania. Kekalahan ini memastikan Yordania terpuruk di dasar klasemen tanpa poin dan harus angkat koper lebih cepat dari turnamen.
Kini, Argentina memimpin klasemen dengan raihan 6 poin sempurna, disusul Austria dan Aljazair yang sama-sama mengemas 3 poin. Argentina hanya membutuhkan hasil imbang pada laga pamungkas fase grup untuk mengunci status juara grup. Langkah Albiceleste mempertahankan gelar juara kini terasa semakin nyata berkat magis sang kapten yang belum juga pudar.
π Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.