ARLINGTON — Tim nasional Argentina menutup fase grup dengan kemenangan meyakinkan setelah Lionel Messi mencatatkan sejarah Piala Dunia dengan tendangan bebas melengkung yang fantastis. Masuk sebagai pemain pengganti, La Pulga mengunci kemenangan 3-1 atas Yordania sekaligus menobatkan dirinya sebagai pesepak bola pertama yang selalu mencetak gol dalam tujuh laga Piala Dunia secara beruntun. Argentina tampil dominan sejak menit pertama meski melakukan rotasi besar-besaran.
Laga pamungkas Grup G yang berlangsung di Stadion Arlington ini sebenarnya tidak lagi menentukan bagi Albiceleste. Anak asuh Lionel Scaloni sudah menggenggam tiket fase gugur sebagai juara grup. Situasi ini membuat Scaloni memilih mengistirahatkan sang kapten di bangku cadangan pada awal laga guna menjaga kebugaran fisik sang megabintang.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Tanpa Messi sejak menit pertama, Argentina tetap mendominasi jalannya permainan dengan penguasaan bola mencapai 68 persen pada paruh pertama. Gol pembuka lahir pada menit ke-19 lewat eksekusi bola mati nan indah. Berawal dari pelanggaran keras Mohannad Abu Taha kepada Giovani Lo Celso di luar kotak penalti, gelandang asal Real Betis tersebut bangkit dan melepaskan tembakan melengkung ke pojok atas gawang Yazeed Abulaila.
Dominasi Babak Pertama dan Penalti Lautaro
Tekanan juara bertahan tidak mengendur setelah unggul satu gol. Aliran bola cepat dari kaki ke kaki yang dimotori oleh Alexis Mac Allister membuat barisan pertahanan Yordania kelimpungan. Lautaro Martinez nyaris menggandakan keunggulan saat sontekannya membentur mistar gawang setelah menerima umpan silang mendatar dari sayap kanan.
Kemelut dari bola muntah tersebut memicu pelanggaran keras Nizar Al-Rashdan terhadap bek Argentina, Marcos Senesi, di area terlarang. Wasit langsung menunjuk titik putih tanpa ragu setelah melihat posisi pelanggaran yang sangat jelas di depan gawang.
Lautaro Martinez yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan dingin pada menit ke-26 untuk mengubah papan skor menjadi 2-0. Yordania yang sudah dipastikan tersingkir sempat memberikan perlawanan sengit di sisa babak pertama lewat serangan balik cepat, namun koordinasi lini belakang Argentina yang digalang Cristian Romero masih terlalu kokoh untuk ditembus.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.