Kamis, 25 Juni 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

PT Rans Entertainment Indonesia Tbk Resmi Melantai di BEI, Ini Rincian Lengkap IPO-nya

PT Rans Entertainment Indonesia Tbk Resmi Melantai di BEI, Ini Rincian Lengkap
PT Rans Entertainment Indonesia Tbk atau yang lebih dikenal dengan singkatan RANS, perusahaan hiburan dan media yang didirikan oleh Raffi Ahmad. Foto: JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – PT Rans Entertainment Indonesia Tbk atau yang lebih dikenal dengan singkatan RANS, perusahaan hiburan dan media yang didirikan oleh pasangan publik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, dipastikan akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juli 2026, dengan target penghimpunan dana mencapai Rp429,25 miliar. Berikut adalah rincian lengkap berdasarkan prospektus resmi yang telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.

Jadwal dan Kisaran Harga Penawaran

Proses penawaran saham telah memasuki tahap penjajakan harga atau bookbuilding yang berlangsung sejak 23 hingga 25 Juni 2026. Kisaran harga penawaran awal ditetapkan di angka Rp135 hingga Rp170 per lembar saham, dengan nilai nominal sebesar Rp10 per saham.

Adapun jadwal resmi rangkaian IPO RANS adalah sebagai berikut:

  • Tanggal efektif dari OJK: 30 Juni 2026
  • Masa penawaran umum: 2 hingga 8 Juli 2026
  • Tanggal penjatahan saham: 8 Juli 2026
  • Tanggal pencatatan saham di BEI: 10 Juli 2026

Dalam penawaran ini, RANS melepas sebanyak 2,525 miliar lembar saham baru, yang setara dengan 20,02 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah selesainya proses penawaran umum.

Target Penghimpunan Dana dan Penjamin Emisi

Berdasarkan kisaran harga yang ditetapkan, jumlah dana yang diharapkan masuk ke perusahaan bervariasi:

  • Jika harga penawaran ditetapkan di angka maksimal Rp170, dana yang terkumpul mencapai Rp429,25 miliar;
  • Jika harga berada di angka bawah Rp135, maka dana yang diterima sebesar Rp340,87 miliar.

Setelah tercatat di bursa, nilai kapitalisasi pasar RANS diproyeksikan berada di kisaran Rp1,70 triliun hingga Rp2,14 triliun, tergantung pada harga akhir penawaran.

Proses penawaran ini dijamin dan dilaksanakan oleh PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi.

Rencana Penggunaan Dana Hasil IPO

Seluruh dana yang diperoleh setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan untuk enam kebutuhan strategis perusahaan, yaitu:

1.Β Pelunasan utang: Sebesar 6,98 persen atau Rp29,96 miliar digunakan untuk melunasi utang kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk secara dipercepat;

2.Β Ekspansi wahana edukasi: Sebesar 18,64 persen atau Rp80,01 miliar untuk pengembangan dan perluasan wahana bermain edukatif bernama Cipungland;

3.Β Penyelenggaraan acara: Sebesar 37,61 persen atau Rp161,43 miliar untuk mendanai penyelenggaraan konser dan pertunjukan, baik yang melibatkan artis lokal maupun internasional di berbagai kota di Indonesia;

4.Β Pengembangan teknologi: Sebesar 8,15 persen atau Rp34,98 miliar untuk pendirian entitas usaha baru bersama PT Feedloop Global Teknologi yang bergerak di bidang kecerdasan buatan atau AI;

5.Β Akuisisi bisnis: Sebesar 19,80 persen atau Rp84,99 miliar untuk pembelian saham PT Rans Kosmetika Indonesia;

6.Β Setoran modal: Sisanya sebesar 8,82 persen akan disetorkan sebagai modal kerja ke PT Rans Nikmat Sejahtera yang bergerak di bidang makanan dan minuman.

Kinerja Keuangan dan Penilaian Perusahaan

Pada laporan keuangan tahun buku 2025, RANS mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp353,38 miliar dengan laba bersih tahun berjalan mencapai Rp56,69 miliar.

Dengan kisaran harga penawaran tersebut, penilaian perusahaan atau Price Earning Ratio (PER) berada di angka 30 hingga 38 kali. Analis dari Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis, menilai angka tersebut masuk dalam kategori penilaian premium atau cenderung tinggi mengingat perusahaan masih dalam tahap pengembangan dan belum memiliki pola pertumbuhan laba yang sangat stabil.

Meskipun demikian, kehadiran RANS dianggap unik di lantai bursa karena menjadi satu-satunya emiten yang menggabungkan lini usaha media, hiburan, pengelolaan hak kekayaan intelektual, hingga ekosistem konten digital dalam satu entitas.

Struktur Kepemilikan Saham

Sebelum proses penawaran umum, struktur kepemilikan saham RANS didominasi oleh pendirinya:

– Raffi Ahmad: 78,68 persen

– Nagita Slavina: 1,24 persen

– Kaesang Pangarep: 1,14 persen

– PT Indonesia Entertainmen Grup: 9,04 persen

– Soultan Ariq Rachman: 3,43 persen

– Dony Oskaria: 3,42 persen

Setelah IPO selesai dilaksanakan, porsi kepemilikan pemegang saham utama akan menurun namun tetap menjadi pengendali:

– Raffi Ahmad: 62,93 persen

– Nagita Slavina: 0,99 persen

– Kaesang Pangarep: 0,91 persen

Salah satu risiko utama yang tercatat dalam prospektus adalah ketergantungan citra dan popularitas dari kedua pendiri utama, yaitu Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Kepatuhan Aturan Saham Beredar Bebas

Proses IPO ini sempat menjadi sorotan karena porsi saham yang dilepas ke publik hanya sebesar 20,02 persen, sedangkan peraturan BEI Nomor I-A Tahun 2026 mewajibkan perusahaan dengan kapitalisasi di bawah Rp5 triliun memiliki minimal 25 persen saham beredar bebas atau free float.

Menurut penjelasan BEI, dokumen permohonan pencatatan RANS sudah diterima sebelum tanggal 31 Maret 2026, sehingga evaluasi dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku saat itu.

Selain itu, jika digabungkan dengan kepemilikan pemegang saham lama yang memenuhi kriteria saham beredar bebas, total persentase free float setelah IPO mencapai 28,85 persen, yang sudah memenuhi dan melebihi batas ketentuan yang berlaku.

Model Bisnis dan Prospek Usaha

RANS mengelola ekosistem usaha yang mencakup 11 entitas anak dan 4 entitas asosiasi dengan lini usaha yang beragam, antara lain produksi konten dan film animasi, jasa periklanan, produk kosmetik, makanan dan minuman, hingga penyelenggaraan acara hiburan.

Model usahanya berfokus pada pengembangan dan pengelolaan hak kekayaan intelektual serta monetisasi basis penonton dan pengikut di berbagai platform. Nagita Slavina selaku Direktur Utama juga telah menyatakan komitmennya untuk menjabat posisi tersebut selama minimal tiga tahun ke depan sejak tanggal pencatatan.

Menurut analis, prospek usaha RANS cukup menjanjikan mengingat potensi monetisasi yang luas melalui konten digital, manajemen talenta, lisensi produk, pengembangan wahana hiburan, hingga penerapan teknologi kecerdasan buatan.

Kesimpulan

RANS menjadi salah satu emiten yang paling dinanti di pasar modal Indonesia sebagai perusahaan hiburan milik figur publik. Dengan pencatatan pada 10 Juli 2026, perusahaan menargetkan dana hingga Rp429,25 miliar untuk mendukung ekspansi dan pengembangan bisnis ke depan.

Meskipun memiliki penilaian yang tergolong tinggi, keunikan ekosistem usahanya menjadi daya tarik tersendiri bagi investor yang tertarik dengan sektor media dan hiburan.

Pertanyaan Umum

Q: Kapan saham RANS resmi tercatat di BEI?

A: Pada tanggal 10 Juli 2026.

Q: Berapa kisaran harga penawaran sahamnya?

A: Rp135 hingga Rp170 per lembar saham.

Q: Berapa total dana yang ingin dihimpun?

A: Maksimal Rp429,25 miliar jika dijual di harga atas.

Q: Siapa pemegang saham utama setelah IPO?

A: Raffi Ahmad dengan porsi kepemilikan sebesar 62,93 persen.

Q: Apakah memenuhi aturan saham beredar bebas?

A: Ya, total free float mencapai 28,85 persen setelah IPO.

(RE)

πŸ“²
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

πŸ’¬ Follow @journalartanews β†’
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda