Jumat, 26 Juni 2026 WIB
BREAKING
GLOBAL

Gempa Venezuela Terbaru 25 Juni 2026: M 7.5 Guncang Caracas, 32 Tewas

Gempa Venezuela Terbaru 25 Juni 2026
Gempa Venezuela berkekuatan M 7,5 mengguncang wilayah barat laut negara itu pada Rabu malam, 24 Juni 2026 waktu setempat, dan menewaskan sedikitnya 32 orang. (Ilustrasi: AI)

CARACAS, JOURNALARTA.COM – Gempa Venezuela berkekuatan M 7,5 mengguncang wilayah barat laut negara itu pada Rabu malam, 24 Juni 2026 waktu setempat, dan menewaskan sedikitnya 32 orang. Guncangan beruntun itu juga melukai lebih dari 700 warga serta meruntuhkan puluhan bangunan di Caracas dan sekitarnya.

Getaran kuat terasa sampai ibu kota dan memicu kepanikan massal. Pemerintah Venezuela menetapkan status darurat nasional, sementara Kementerian Luar Negeri RI memastikan tiga warga negara Indonesia yang terdata di sana dalam kondisi aman.

Kronologi gempa Venezuela 24 Juni 2026

Data Survei Geologi Amerika Serikat atau USGS menyebut gempa pertama terjadi lebih dulu dengan magnitudo 7,2 dan kedalaman 22 kilometer. Pusatnya berada sekitar 168 kilometer barat Caracas, dekat Morón, wilayah pesisir Karibia.

Tidak sampai satu menit kemudian, gempa kedua datang. Kekuatan guncangannya lebih besar, M 7,5, dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada sekitar 16 kilometer barat daya Morón. USGS menyebut rentetan ini sebagai seismic doublet, yakni dua gempa besar yang muncul berdekatan dan saling memperkuat efek kerusakannya.

Guncangan terasa di sejumlah wilayah, termasuk Caracas, Carabobo, Aragua, Miranda, La Guaira, dan Trujillo. Warga mengaku sempat berhamburan ke luar rumah dan gedung bertingkat saat listrik mulai padam.

Dampak gempa Venezuela di Caracas dan La Guaira

Kerusakan paling kentara terlihat di Caracas. Sejumlah gedung ambruk, termasuk bangunan komersial dan bank. Kawasan Los Palos Grandes dan Altamira disebut mengalami kerusakan paling parah. Jalur evakuasi di banyak gedung dipenuhi warga yang turun lewat tangga darurat dalam gelap.

Bandara Internasional Simón Bolívar di Maiquetía juga terdampak. Sejumlah penerbangan dibatalkan setelah fasilitas bandara mengalami kerusakan. Pemadaman listrik meluas ke beberapa bagian kota, membuat proses evakuasi dan pencarian korban berjalan lebih sulit.

Di beberapa titik, pipa gas dilaporkan ikut rusak. Kondisi ini menambah risiko kebakaran susulan. Sementara itu, Gedung KBRI Caracas dan Wisma Duta dilaporkan dalam keadaan baik.

Nicole Koster, jurnalis BBC Mundo yang berada di lokasi, menggambarkan kuatnya guncangan. “Getarannya kuat banget, saya kira gedung akan runtuh menimpa saya,” ujarnya.

Korban terus bertambah

Hingga Rabu pagi waktu Brasilia atau Kamis dini hari WIB, otoritas setempat mencatat sedikitnya 32 orang meninggal dan lebih dari 700 orang luka-luka. Angka itu masih bisa berubah karena proses evakuasi dan pencarian korban di bangunan runtuh masih berlangsung.

La Guaira, wilayah yang dekat dengan bandara Caracas, disebut sebagai salah satu titik paling parah. Di sana, beberapa bangunan ambruk dan warga dilaporkan masih hilang. Tim penyelamat bekerja dari satu puing ke puing lain, menyusuri area yang sempit dan gelap.

USGS memperkirakan korban jiwa akibat gempa Venezuela ini bisa jauh lebih besar. Lembaga itu menyebut kemungkinan jumlah korban tewas berada pada rentang 10.000 hingga 100.000 jiwa, dengan alasan gempa tergolong dangkal, wilayah terdampak padat penduduk, dan banyak bangunan belum memenuhi standar tahan gempa.

Prediksi seperti itu bukan angka pasti, tapi sinyal keras. Bila struktur bangunan rapuh dan pusat gempa dekat permukiman, dampaknya bisa melonjak drastis hanya dalam hitungan detik.

Respons pemerintah Venezuela dan bantuan luar negeri

Pj Presiden Delcy Rodriguez menyatakan status darurat nasional dalam siaran televisi negara. Pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya keamanan dan bantuan sipil untuk pencarian korban, evakuasi, serta pemulihan layanan dasar.

Wali Kota Chacao Gustavo Duque juga turun memimpin upaya evakuasi di wilayahnya. Di banyak titik, petugas memeriksa bangunan yang retak berat sebelum warga diizinkan kembali masuk.

Di luar negeri, PBB mulai mengoordinasikan tim penyelamat internasional. Bank Dunia menyatakan siap memberi dukungan teknis, sedangkan Amerika Serikat menyiapkan bantuan tanggap bencana dan pasokan medis. Fokus utama saat ini masih sama: menyelamatkan korban yang mungkin terjebak dan mencegah korban tambahan akibat gempa susulan.

WNI di Venezuela aman

Di tengah situasi darurat itu, kabar untuk WNI cukup menenangkan. Kementerian Luar Negeri RI memastikan tiga WNI yang terdata di Venezuela seluruhnya aman dan sehat. Jalur komunikasi darurat dibuka untuk memantau kondisi mereka dan mengantisipasi gempa susulan.

Radio amatir Venezuela bahkan meminta warga menjaga frekuensi 7135 kHz agar komunikasi darurat tetap lancar. Dalam situasi seperti ini, jaringan komunikasi cadangan sering jadi penyelamat terakhir ketika listrik dan jaringan seluler terganggu.

USGS dan badan geofisika Venezuela, Funvisis, juga memperingatkan potensi gempa susulan. Dalam dua jam setelah gempa utama, sudah ada enam gempa susulan yang terasa di Caracas. Peringatan tsunami sempat dikeluarkan untuk Puerto Rico dan Kepulauan Virgin, meski statusnya bersifat awal dan terus dipantau.

Gempa Venezuela kali ini jadi pengingat keras soal rapuhnya infrastruktur di wilayah rawan seismik. Sekali guncang, dampaknya merambat ke mana-mana. Dari rumah warga, bandara, sampai layanan darurat.

“Pemerintah sedang bekerja dengan semua sumber daya yang kami miliki,” kata Delcy Rodriguez. “Prioritas kami adalah menyelamatkan nyawa.”

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda