Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Gempa Venezuela: Bayi dan 2 Anak Ditemukan Hidup dari Reruntuhan

Gempa Venezuela
Gempa Venezuela menewaskan sedikitnya 1.450 orang. Foto: Wikimedia Commons

LA GUAIRA — Gempa Venezuela memicu operasi penyelamatan besar-besaran setelah seorang bayi dan dua anak laki-laki berusia 11 tahun berhasil ditemukan hidup-hidup dari bawah reruntuhan pada akhir pekan, di tengah pencarian korban yang masih belum ditemukan hingga puluhan ribu orang. Peristiwa itu terjadi di negara pesisir Karibia tersebut, beberapa hari setelah dua gempa besar mengguncang kawasan itu pada Rabu waktu setempat.

Temuan tiga anak itu memberi jeda napas di tengah kabar yang didominasi angka kematian dan kehilangan. Sedikitnya 1.450 orang dilaporkan tewas hingga Sabtu waktu lokal, sementara tim penyelamat dari berbagai negara terus menyisir bangunan yang ambruk di negara bagian La Guaira, wilayah yang paling parah terdampak.

Sulit. Sangat sulit.

Di lapangan, keluarga korban dan relawan sudah lebih dulu bekerja dengan tangan kosong sebelum ratusan hingga ribuan petugas asing tiba. Mereka mengais puing, memanggil nama kerabat, dan menunggu tanda-tanda kehidupan di bawah debu serta panas yang menyengat. Hanya setelah itu, lebih dari 2.000 petugas SAR dari luar negeri mulai memperkuat pencarian.

Tim SAR internasional berpacu dengan 72 jam

Operasi pencarian kini dikejar waktu. Sebastian Eugster, pemimpin tim penyelamat Swiss, mengatakan ada rentang sekitar tiga hari atau 72 jam yang biasanya paling menentukan untuk menemukan korban masih hidup. Setelah masa itu lewat, peluang menyelamatkan orang dari reruntuhan turun tajam. “Ada jendela sekitar tiga hari, 72 jam, di mana setelah itu kemungkinan menyelamatkan orang hidup menurun,” kata Eugster kepada Reuters pada Sabtu.

Tim Swiss yang beranggotakan 80 orang mengaku beberapa kali menemukan tanda kehidupan berkat delapan anjing pelacak mereka. Namun, tidak semua korban bisa dijangkau tepat waktu. Ada yang ditemukan, tetapi tak sempat diselamatkan hidup-hidup. Situasi itu menggambarkan betapa sempitnya ruang harapan di lokasi bencana yang tertimbun beton, besi, dan debu tebal.

Amerika Serikat ikut mengumumkan bantuan darurat. Departemen Luar Negeri AS memuji penyelamatan seorang bayi oleh tim SAR mereka dan menayangkan video di X yang memperlihatkan petugas berhelm mengangkat anak itu dari reruntuhan, masih terbungkus selimut dan menangis. Di sisi lain, Uni Eropa dan Amerika Serikat juga menyatakan akan mengirim paket bantuan bernilai jutaan dolar untuk mendukung respons bencana.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda