Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Gempa Venezuela: Bayi dan 2 Anak Ditemukan Hidup dari Reruntuhan

Gempa Venezuela
Gempa Venezuela menewaskan sedikitnya 1.450 orang. Foto: Wikimedia Commons

Anak 11 tahun, ayah-anak, dan angka yang terus bergerak

Salah satu penyelamatan paling disorot datang dari tim Kolombia. Reuters TV melaporkan mereka menemukan seorang bocah bernama Moises yang terkubur sekitar tiga meter di bawah puing. Bocah itu dievakuasi dengan tandu, lengan patah, dan matanya ditutup kain untuk melindungi dari silau cahaya setelah berjam-jam berada dalam gelap. Ibunya dan saudara perempuannya dilaporkan tewas dalam gempa.

Di kota Caraballeda, tim penyelamat Meksiko juga mengevakuasi seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dari bangunan yang runtuh. Pada saat yang hampir bersamaan, petugas dari AS dan Prancis menarik seorang pria dan putranya dari sisa bangunan yang hancur, lalu membawanya dengan hati-hati menuju ambulans di atas terpal hitam.

Data di lapangan masih bergerak. Pemerintah Venezuela menyebut ada ratusan orang hilang atau terjebak. Namun, situs yang dipromosikan oposisi politik negara itu pada Minggu mencatat jumlah orang yang belum ditemukan mendekati 50.000. Perbedaan angka ini menunjukkan betapa kacau pencatatan korban saat sistem darurat bekerja di bawah tekanan besar.

La Guaira jadi pusat kehancuran

Di La Guaira, suasana masih diliputi debu, bau menyengat, dan tumpukan bangunan yang rata dengan tanah. Sejumlah relawan dan warga bahkan memakai helm motor karena alat pelindung lengkap belum merata. Petugas terlihat mengidentifikasi jasad di area parkir rumah sakit darurat, sementara beberapa kendaraan mengangkut kantong jenazah dari lapangan tanah.

Warga juga mengeluhkan respons pemerintah yang dinilai lambat dan minim alat berat pada fase awal. Ada laporan relawan sempat memblokir ekskavator yang hendak keluar dari lokasi ambruk karena menganggap alat itu dibutuhkan untuk mencari korban. Pemerintah interim yang dipimpin Delcy Rodríguez awalnya berterima kasih kepada relawan sipil, tetapi kemudian memperketat akses jalan dengan alasan lalu lintas menghambat kendaraan darurat.

Rodríguez menyebut lebih dari 3.000 orang luka-luka dan jumlah yang tinggal di tempat penampungan juga mencapai angka serupa. Sementara itu, Badan Survei Geologi Amerika Serikat memperkirakan potensi korban jiwa bisa melebihi 10.000 orang akibat gempa bermagnitudo 7,2 dan 7,5 itu. Angka itu menempatkan bencana ini dalam jajaran gempa paling mematikan di Amerika Latin dalam seabad terakhir.

Di tengah kepanikan, setiap kabar selamat terasa mahal. Begitu mahal. Bagi keluarga yang masih menunggu di pinggir reruntuhan, temuan tiga anak hidup-hidup menjadi pengingat bahwa pencarian belum selesai, meski 72 jam emas hampir habis dan jumlah korban terus bertambah.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda