Jumat, 26 Juni 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Karang hitam raksasa berusia 400 tahun ditemukan di Fiordland

Karang hitam raksasa di perairan Fiordland yang gelap
Karang hitam raksasa setinggi 4 meter ditemukan di Fiordland. (Ilustrasi: AI)

FIORDLAND — karang hitam raksasa setinggi 4 meter ditemukan peneliti di perairan dalam Fiordland, Selandia Baru. Lebarnya juga mencapai 4,5 meter, dan ukuran itu membuatnya masuk jajaran karang hitam terbesar yang pernah tercatat di perairan Aotearoa New Zealand.

Temuan ini penting bukan cuma karena ukurannya. Karang tersebut diperkirakan berumur 300 sampai 400 tahun. Bagi pembaca yang peduli laut, angka itu memberi gambaran sederhana: organisme ini tumbuh sangat lambat, lalu bertahan ratusan tahun di kedalaman yang gelap dan jarang tersentuh.

Temuan besar dari laut yang gelap

Penemuan itu datang saat tim peneliti menjelajahi perairan Fiordland. Di sana, kehidupan laut dalam memang menyimpan banyak kejutan. Tapi karang yang satu ini langsung mencuri perhatian. Professor James Bell, ahli biologi kelautan di Te Herenga Waka — Victoria University of Wellington, menyebutnya “absolutely huge”.

“Ini sejauh ini black coral terbesar yang pernah saya lihat selama 25 tahun saya menjadi ahli biologi kelautan. Kebanyakan black coral yang kami temui saat menyelam berukuran kecil, dan yang besar biasanya kurang dari dua sampai tiga meter. Jadi menemukan yang ini benar-benar keren,” kata Bell, seperti dikutip dari materi yang disediakan Te Herenga Waka — Victoria University of Wellington.

Bell tidak melebih-lebihkan. Dalam konteks ekologi laut, perbedaan antara karang berukuran biasa dan koloni raksasa sangat berarti. Karang besar seperti ini bukan sekadar objek fotografi bawah laut. Ia juga menyimpan informasi soal umur, pola pertumbuhan, dan kesehatan habitat di sekitar fiord.

Mengapa ukuran karang ini krusial

Karang hitam tumbuh sangat lambat. Karena itu, koloni besar punya nilai konservasi tinggi. Mereka dapat berfungsi sebagai “stok induk” yang membantu kelangsungan spesies. Bila koloni tua dan besar rusak, waktu yang dibutuhkan untuk memulihkannya bisa sangat panjang. Sangat panjang.

Professor Bell menegaskan, mengetahui lokasi karang besar membantu tim konservasi memberi perlindungan yang lebih tepat. “Menentukan di mana karang besar berada berarti kami bisa melindunginya lebih baik dengan memberi tahu orang-orang di mana mereka tidak boleh menjatuhkan jangkar kapal atau menjatuhkan perangkap,” ujarnya.

Pernyataan itu relevan bagi aktivitas pelayaran dan perikanan di wilayah fiord. Satu jangkar yang salah tempat, atau perangkap yang jatuh ke dasar laut, bisa merusak struktur karang yang tumbuh selama ratusan tahun. Kerusakannya bukan cuma pada satu cabang. Bisa merambat ke seluruh koloni.

Richard Kinsey, senior biodiversity ranger di Department of Conservation, ikut dalam tim penyelaman yang menemukan karang itu. Ia mengaku pemandangan tersebut terasa sangat istimewa. “Melihat karang sebesar itu muncul dari kegelapan sungguh luar biasa. Saya sudah hampir 20 tahun menjadi marine ranger di Fiordland, dan jarang melihat karang sebesar ini. Ini dengan mudah adalah yang terbesar yang bisa saya ingat,” kata Kinsey.

Peta sebaran untuk perlindungan laut

Tim peneliti dari Victoria University kini bekerja bersama Department of Conservation dan Fiordland Marine Guardians. Tujuannya jelas: memahami lebih baik di mana spesies karang yang dilindungi muncul di seluruh fiord. Data sebaran itu akan dipakai untuk menyusun langkah konservasi berikutnya.

Langkah semacam ini penting karena perlindungan laut tak cukup hanya dengan larangan umum. Petugas butuh titik lokasi, kedalaman, dan pola sebaran. Dari sana, aturan lapangan bisa disusun lebih presisi. Kapal tahu area mana yang perlu dihindari. Nelayan tahu titik mana yang sensitif. Pengelola kawasan juga bisa memasang batas perlindungan yang sesuai.

Bell bahkan berharap publik ikut membantu pencatatan. Ia meminta siapa pun yang mengetahui keberadaan karang hitam besar, lebih dari 4 meter, untuk melapor agar tim bisa memetakan distribusinya di Fiordland. Itu penting karena karang besar seperti ini belum tentu muncul di tempat yang mudah dijangkau peneliti.

Di laut dalam, satu temuan bisa membuka banyak pertanyaan. Berapa banyak koloni besar yang masih tersisa? Apakah sebarannya merata atau hanya terkonsentrasi di titik tertentu? Dan, yang paling penting, area mana yang masih aman dari gangguan manusia?

Karang hitam tidak benar-benar hitam

Nama black coral sering menimbulkan kesan keliru. Bagian luar karang hidup ini sebenarnya berwarna putih. Warna hitam baru tampak pada kerangka internalnya. Jadi, dari sisi visual, karang ini tidak selalu terlihat gelap seperti namanya.

Di Selandia Baru, karang hitam dilindungi oleh Wildlife Act. Artinya, pengambilan atau perusakan yang disengaja merupakan tindakan ilegal. Aturan ini menambah bobot temuan di Fiordland, sebab ukuran dan umur koloni yang besar membuatnya makin bernilai dari sisi ilmiah maupun perlindungan habitat.

Bagi pembaca, kabar ini memberi pengingat sederhana: laut dalam masih menyimpan ekosistem yang belum banyak disentuh. Ada organisme yang tumbuh perlahan, bertahan lama, lalu diam-diam membentuk habitat bagi spesies lain. Sekali rusak, pulihnya tidak cepat.

Temuan karang hitam raksasa ini juga memperlihatkan kenapa riset lapangan tetap penting, meski teknologi pemetaan laut makin maju. Kamera bawah air, data GPS, dan pemantauan kawasan konservasi tetap bergantung pada temuan langsung di lapangan. Tanpa itu, koloni raksasa seperti ini bisa saja luput dari perhatian.

Professor Bell menutup penjelasannya dengan satu pesan yang tegas. “Kami ingin menerima laporan dari siapa pun yang tahu ada black coral yang sangat besar, lebih dari 4 meter, sehingga kami bisa memetakan distribusinya dan mengetahui seberapa umum koloni sebesar ini di seluruh Fiordland,” katanya. Singkatnya, temuan ini baru awal. Bukan akhir.

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda