WASHINGTON — Kash Patel mengubah arah kerja sama FBI dengan China dan Rusia dalam setahun terakhir. Kepala FBI itu membuka jalur baru dengan dua negara yang lama diposisikan sebagai rival Amerika Serikat untuk memburu kejahatan transnasional, dari fentanyl hingga penipuan siber.
Langkah ini langsung menarik perhatian komunitas kontraintelijen. Di satu sisi, FBI menyebut kerja sama itu dibatasi untuk kasus tertentu. Di sisi lain, kritik muncul karena pertukaran informasi dengan rezim otoriter selalu membawa risiko bocornya data keamanan domestik.
Kerja sama FBI dibatasi pada jenis kejahatan tertentu
Dalam wawancara eksklusif dengan Reuters, Patel menjelaskan bahwa relasi baru itu bersifat selektif. Ia menyebut mitra tersebut sebagai non-traditional partners dan menegaskan kerja sama hanya berlaku untuk jenis kejahatan lintas negara yang spesifik.
Fokusnya meliputi jaringan fentanyl, penipuan siber, eksploitasi seksual anak, dan jaringan pornografi anak berskala global. Menurut Patel, pertukaran informasi hanya dilakukan pada area yang timbal balik. Tidak semua kasus dibuka.
“Five Eyes will always be our most important intelligence relationship. No one is trying to replace that,” kata Patel. Ia menegaskan kemitraan baru ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan relasi intelijen lama dengan Kanada, Australia, Inggris, dan Selandia Baru.
Patel juga menyebut kerja sama itu berada di jalur yang berbeda dari dinas militer maupun intelijen tradisional. Baginya, penegakan hukum punya mandat yang lebih apolitis. “Unlike military and traditional intelligence agencies, we have a unique lane to drive this dynamic change with law enforcement, which is an apolitical mission,” ujarnya.
Operasi bersama dan pertukaran personel
Selama setahun terakhir, pola kerja sama itu sudah berjalan dalam bentuk pertukaran personel. Pejabat penegak hukum China datang ke Amerika Serikat, sementara agen FBI terbang ke China untuk menggarap kasus bersama dan berbagi intelijen.
FBI dan aparat China juga disebut pernah melakukan penggerebekan serta penangkapan bersama. Patel bahkan membawa pejabat dari Kementerian Keamanan Publik China ke beberapa fasilitas FBI di Amerika Serikat untuk berbagi informasi investigasi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.