Kamis, 6 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Direktur pabrik drone Rusia luka parah akibat ledakan mobil

Direktur pabrik drone Rusia luka parah akibat ledakan mobil
Direktur pabrik drone Rusia luka parah akibat ledakan mobil

YEKATERINBURG — Direktur pabrik drone yang memasok militer Rusia luka parah setelah mobilnya meledak, menurut laporan media pada Rabu, 5 Agustus 2026. Insiden ini menjadi serangan kedua dalam sepekan terhadap produsen drone Rusia.

Dampaknya langsung terasa ke jaringan industri pertahanan Rusia. Nama korban, Tkachuk, muncul lagi dalam sorotan setelah pabrik yang ia pimpin memproduksi drone Upyr, pesawat nirawak murah dan sederhana yang dipuji pasukan karena perlindungannya terhadap gangguan sinyal.

Mobil terbakar, pelaku belum jelas

Gambar yang beredar di kanal media sosial Rusia disebut memperlihatkan sasis Mercedes milik Tkachuk yang hangus, dikelilingi puing-puing gosong. Tass dan RIA Novosti belum segera memerinci bagaimana ledakan itu terjadi atau siapa yang diduga bertanggung jawab.

Belum ada komentar langsung dari otoritas setempat. Ukraina juga belum memberi pernyataan atas serangan terbaru ini.

Peristiwa itu menambah daftar serangan terhadap tokoh-tokoh yang terkait mesin perang Rusia sejak Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022. Pihak Rusia sendiri berulang kali menuduh Kyiv berada di balik rangkaian pengeboman dan serangan lain terhadap pejabat militer senior.

Tokoh di balik drone Upyr

Tkachuk memimpin Uraldronzavod, pabrik yang membuat drone Upyr, nama yang dalam bahasa Rusia berarti “Ghoul”. Ia bukan figur korporasi besar, melainkan pengusaha kecil yang membentuk tim insinyur untuk mengembangkan Upyr dan mengatur produksinya di dekat Yekaterinburg, kota industri penting di Pegunungan Ural.

Peran itu membuatnya dikenal di lingkaran militer dan politik Rusia. Tkachuk, yang mendirikan perusahaannya pada 2023, pernah difoto saat memamerkan drone buatannya kepada Presiden Vladimir Putin.

Upyr sendiri digambarkan sebagai drone first-person view yang murah dan sederhana. Bagi pasukan, jenis drone seperti ini penting karena lebih sulit dipatahkan oleh sistem jamming. Itu yang membuat sosok di balik produksinya menjadi target bernilai tinggi dalam konflik yang makin bergeser ke perang drone.

Serangan beruntun di industri drone Rusia

Kasus ini menyusul serangan pekan lalu terhadap direktur sekaligus pendiri produsen drone Rusia lainnya. Dalam kasus itu, jaksa menyebutnya sebagai “attempted murder”. Rangkaian insiden tersebut menunjukkan bahwa produsen drone Rusia kini ikut masuk daftar sasaran, bukan hanya komandan militer atau fasilitas tempur.

Di saat yang sama, perang narasi juga berjalan. Sehari sebelum ledakan mobil Tkachuk, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membagikan video yang disebutnya memperlihatkan warga sipil dikejar dan diserang drone Rusia di kota Kherson.

Dalam unggahan di media sosial pada Selasa, Zelenskyy menulis dunia “must see” rekaman yang, menurut dia, menunjukkan tentara Rusia “take pleasure in killing and abusing civilians.”

Di Moskow, Kementerian Luar Negeri Rusia meneruskan pernyataan kedutaan tanpa komentar, sementara badan keamanan negara itu belum menyebut tersangka. Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menyebut pengeboman lain sebagai “brutal terrorist act”, meski tidak mengatakan siapa pelakunya.

Sejumlah media Rusia juga mengaku serangan itu menargetkan seorang jenderal Rusia yang sedang merayakan ulang tahun di restoran. Ada yang menyebut nama Kol.-Gen. Alexander Chaiko, namun klaim tersebut belum bisa diverifikasi secara independen. Untuk saat ini, ledakan mobil Tkachuk memperlihatkan satu hal: industri drone Rusia kini berada dalam tekanan yang makin dekat ke jantung produksinya.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda