Patel baru pulang dari Beijing pada akhir Juli. FBI juga menyebut ada rencana kunjungan serupa ke Rusia pada Oktober, meski jadwal itu masih bersifat tentatif. Menurut Patel, kerja sama dengan Rusia juga sudah berlangsung diam-diam selama berbulan-bulan dan menargetkan jaringan kriminal kekerasan.
“This stuff doesn’t happen overnight,” kata Patel. “We’ve been at this for 15 months.”
Operasi yang paling menonjol sejauh ini terjadi pada Mei. FBI, Kementerian Keamanan Publik China, dan polisi Dubai bekerja sama dalam Operation Sand Dollar, penggerebekan besar terhadap pusat penipuan siber di Dubai yang berujung pada 300 penangkapan, penyitaan US$300 million, dan pembebasan ribuan pekerja yang diperdagangkan.
Risiko besar di balik jalur baru
Langkah Patel memantik kekhawatiran di kalangan kontraintelijen. Mantan pejabat FBI Jeff Crocker mengatakan China dan Rusia tetap aktif berupaya merugikan Amerika secara fisik, ekonomi, dan militer. Ia menilai akses pejabat asing ke fasilitas pemerintah dan lingkungan intelijen membuka celah infiltrasi.
“So this is great cover for them,” kata Crocker. Ia menilai risiko itu besar karena akses sekecil apa pun bisa dipakai untuk membaca pola kerja lembaga Amerika.
Patel membantah kekhawatiran itu akan lepas kendali. Ia mengatakan semua tamu asing yang datang ke fasilitas FBI dipantau dengan langkah kontraintelijen dan penyeimbang. Tiga mantan pegawai FBI yang berbicara kepada Reuters mengatakan pengawasan elektronik dan fisik memang lazim dilakukan, terutama untuk pengunjung dari negara yang dianggap lawan paling berbahaya.
“We know exactly who is coming here, and we vet them,” kata Patel.
Gedung Putih dan perwakilan Rusia di Washington belum memberi tanggapan atas permintaan komentar. Dari pihak China, juru bicara Kedutaan Besar China di Washington menyebut dialog dan negosiasi sebagai jalan yang tepat, seraya mengatakan cara militer tidak memberi solusi.
Dalam memo internal yang dilihat Reuters, kerja sama FBI dengan Kementerian Keamanan Publik China juga dikaitkan dengan beberapa operasi terhadap perusahaan farmasi China tahun ini. Memo itu menyebut sembilan orang ditangkap, dua fasilitas produksi bahan kimia ditutup, tiga situs terkait dimatikan, dan bahan kimia prekursor fentanyl disita.
Bagi Patel, itulah alasan kerja sama ini dipertahankan. “They are not going to stop, but if we can go and have wins for America, then we must engage,” kata dia.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.