JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menjadi sorotan menjelang akhir pekan. Setelah bertahan stagnan dalam beberapa hari terakhir di level Rp2.655.000 per gram, para pelaku pasar kini mengantisipasi arah pergerakan harga komoditas safe haven ini untuk perdagangan esok hari, Sabtu (27/6/2026).
Berdasarkan situasi pasar global dan analisis teknikal para pakar komoditas, harga emas diproyeksikan masih akan bergerak fluktuatif namun cenderung tertahan di area konsolidasi tinggi.
Kondisi Terkini: Emas Antam Bertahan di Level Rp2,65 Juta
Hingga Jumat (26/6/2026), situs resmi Logam Mulia mencatat harga emas pecahan 1 gram berada di angka Rp2.655.000. Nilai ini mencerminkan stabilitas dalam jangka pendek setelah sempat mengalami penurunan sebesar Rp18.000 pada tengah pekan lalu. Di sisi lain, harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam berada di posisi Rp2.340.000 per gram.
Sepanjang tahun 2026 berjalan, emas Antam sejatinya masih mengantongi performa positif dengan kenaikan sekitar 7,43% dari posisi awal tahun yang sebesar Rp2.488.000 per gram. Rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) emas Antam sendiri berada di level Rp3.168.000 per gram yang sempat disentuh pada akhir Januari silam.
Proyeksi dan Batas Pergerakan Besok
Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa arah harga emas sangat bergantung pada pergerakan emas spot dunia yang saat ini berfluktuasi di kisaran level psikologis $4.000 hingga $4.900 per troy ounce.
Secara teknikal, terdapat dua skenario utama untuk pergerakan harga emas Antam besok:
Skenario Koreksi (Bearish): Jika harga emas dunia mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS, harga emas Antam berpotensi turun ke batas bawah (support) pertama di kisaran Rp2.648.000 per gram (penurunan sekitar Rp20.000 dari harga hari ini). Jika tekanan berlanjut, level support kedua diproyeksikan berada di angka Rp2.550.000 per gram.
Skenario Penguatan (Bullish): Sebaliknya, apabila tensi geopolitik global atau permintaan bank sentral kembali memicu aksi beli, harga emas bisa menembus batas atas (resistance) pertama di level Rp2.688.000 per gram. Jika tren naik menguat, target resistance berikutnya diprediksi mampu mencapai Rp2.790.000 per gram.
Faktor Penggerak Utama
Secara fundamental, tingginya harga emas di tahun 2026 ini disokong oleh beberapa faktor krusial:
1. Risiko Geopolitik: Ketidakpastian global serta ketegangan yang masih berlanjut di beberapa kawasan membuat investor terus berburu aset aman.
2. Permintaan Bank Sentral: Aktivitas akumulasi cadangan emas oleh bank-bank sentral dunia (terutama di Asia) masih menjadi pilar utama penyangga harga.
3. Fluktuasi Suku Bunga dan Inflasi: Proyeksi kebijakan moneter global dan pergerakan yield obligasi AS yang dinamis turut menentukan arah biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang emas.
Catatan untuk Investor
Sebagai informasi tambahan bagi masyarakat yang ingin bertransaksi besok, pembelian emas batangan Antam tetap mengacu pada regulasi perpajakan yang berlaku (PMK No. 34/PMK.10/2017). Transaksi pembelian dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemegang NPWP dan 0,9% untuk non-NPWP. Sementara untuk transaksi buyback di atas Rp10 juta, dikenakan potongan PPh 22 sebesar 1,5% untuk pemilik NPWP dan 3% bagi yang tidak memiliki NPWP.
Mengingat sifat harga emas fisik yang memiliki spread (selisih harga jual-beli) cukup lebar, para analis menyarankan agar instrumen ini tetap ditempatkan sebagai investasi jangka panjang demi mengoptimalkan potensi keuntungan.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.